Tehnik Bekam

Tehnik Bekam

Lanjutan artikel Mukjizat Bekam

Pembekam dan Pasien Bekam

Pada prinsipnya teknik bekam ini adalah melukai kulit untuk membuang toksin dan sel-sel darah yang rusak yang ada di lapisan atas kulit. Agar pengobatan/hijamah ini bisa dipertanggungjawabkan, maka secara medis ada beberapa syarat, antara lain :

  • Pelaku hijamah harus mengetahui seluk beluk hijamah, dan belajar terus-menerus karena metode pembekaman ini berkembang terus. Rasululah SAW melarang orang yang tidak menguasai cara pengobatan untuk mengobati pasien.
  • Sebagaimana disyaratkan oleh Rasul SAW bahwa pelaku hijamah harus menjaga diri dari segala perbuatan tercela dan senantiasa meminta pertolongan Allah SWT, karena Allah yang menyembuhkan, sedangkan pembekam hanyalah perantara.
  • Alat dan tempat yang digunakan harus steril dan dijaga kebersihan dan sterilitasnya.
  • Sebelum melakukan pembekaman, kulit dibersihkan dahulu dengan             desinfektan.
  • Menjaga aurat pasien dan aurat diri sendiri. Pasien laki-laki dibekam oleh petugas laki-laki, pasien perempuan oleh pembekam perempuan. Kecuali dalam keadaan terpaksa/emergensi dimungkinkan dengan syarat harus didampingi muhrim si pasien .
  • Sisa-sisa pembekaman dibakar lalu ditanam, dan tidak dibuang sembarangan di      tempat sampah.

DR. Helena Abdullah seorang pakar pengobatan komplementer dari Malaysia, menganjurkan agar pembekaman didahului dengan pijat refleksi untuk melancarkan chi yang menggumpal, baru kemudian dilakukan pembekaman di titik-titik akupunktur  yang sesuai dengan organ yang dianggap menderita sakit. Yang paling penting bagi kita bahwa filosofi pengobatan dengan bekam ini tidak sepenuhnya dapat diterangkan dengan filosofi Kedokteran Barat, sama halnya kita meyakini filosofi pengobatan Cina yang prinsip berpikirnya berbeda dengan barat tapi kita bisa menerima karena bisa merasakan manfaatnya. Maka dengan keyakinan atas kebenaran saran Nabi SAW tersebut, sudah semestinya kita bisa menerima filosofi bekam ini.

A. Indikasi Pembekaman

Pembekaman dapat bermanfaat pada semua penyakit akibat gholabaatid daam, yaitu penyakit akibat bergolaknya darah, atau lebih jelasnya adalah penyakit akibat gagalnya perawatan pembuluh darah maupun sel-sel darah . Berdasarkan beberapa kepustakaan dan pengalaman pribadi, meliputi beberapa penyakit sbb,: Baca lebih lanjut