Meluruskan Pemahaman Imunisasi

Meluruskan Pemahaman Imunisasi

Diasuh Oleh: Dr Moh Ali Toha Assegaf, Penanggungjawab Rumah Sehat Afiat dan Pengkaji Kedokteran Nabi. . Praktik: Jl Limo Raya Ruko Griya Cinere II/No 3, Depok, Telp. 021-7547291.

Di bawah ini adalah Tanya jawab mengenai Meluruskan pemahaman imunisasi yang kami ambil dari Rubrik Konsultasi kesehatan majalh Sabili.

Assalamu’alaikum wr.wb.

Pak dokter, belakangan ini muncul berita-berita buruk tentang immunisasi, ada yang bilang bahwa immunisasi itu haram dan ada yang bilang bahwa melakukan immunisasi justru akan merugikan kesehatan anak kita, menurut saya juga bahwa Rasulullah saw tidak mengajarkan immunisasi. Bagaimana pandangan bapak dan adakah cara lain untuk mencegah penyakit selain dengan immunisasi ?

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Ummu Nadia, Jakarta

Wa’alaikum salam wr.wb.

Segala puji semata bagi Allah SWT Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi besar Muhammad saw beserta keluarganya, dan semoga kedamaian dan keselamatan atas mereka yang selalu berpegang teguh kepada petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Sering kali sudah saya berbicara tentang immunisasi di beberapa ceramah saya namun memang masih banyak yang menanyakan kepada saya soal ini karena banyak pemahaman tentang immunisasi yang perlu diluruskan.

Immunisasi menjadi topik yang hangat dibahas dikalangan para penterapi Islam karena penggunaannya yang semakin luas, termasuk menyangkut keperluan ibadah dan adanya isu kehalalannya dan efek sampingnya. Dalam mengkaji immunisasi kita harus memperhatikan banyak hal, yaitu apa immunisasi itu, kenapa harus immunisasi, bagaimana kehalalannya, sejauh mana manfaatnya, apa efek sampingnya, bagaimana kita harus bersikap. Secara sederhana saya jelaskan bahwa immunisasi adalah usaha meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara yang yang relatif cepat yang telah terbukti manfaatnya, jadi ada 3 kata kunci disini meningkatkan kekebalan tubuh, secara relatif cepat, dan telah terbukti manfaatnya.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh : tubuh memiliki kekebalan terhadap infeksi namun ada faktor-faktor yang menurunkan kekebalan tubuh, antara lain gizi kurang atau tidak seimbang, stres, intervensi radikal bebas, bahan kimia perusak fungsi hati maupun ginjal, gangguan hormonal, dll. Yang jika ingin diperbaiki akan butuh waktu dan konsistensi perlakuan yang angka kegagalannya bisa tinggi. immunisasi akan membantu lebih cepat.
  • Immunisasi terbukti melalui penelitian memberi manfaat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit infeksi tertentu.

–      Kenapa harus immunisasi ? ada beberapa faktor yang membuat kita memutuskan untuk immunisasi.

  • Tingkat pendidikan dan pemahaman tentang kesehatan yang masih rendah dikalangan masyarakata, sehingga mereka tidak tahu bagaimana mengelola kesehatannya secara benar.
  • Sosial ekonomi mayoritas masyarakat kita yang kurang menyebabkan mereka mengabaikan kesehatan
  • Proses merubah mindset yang butuh waktu lama
  • Kemampuan tubuh tiap-tiap individu yang variatif, ada yang sistem kekebalannya baik sampai sangat buruk.
  • Risiko tertular yang berbeda-beda, ada masyarakat yang hidup dilingkungan yang sangat berisiko tertular penyakit infeksi dan ada yang dilingkungan yang bersih sekali. Dll.

–      Kehalalan vaksin juga bervariasi. Tentu untuk menyatakan suatu vaksin itu halal atau tidak, kita mengacu fatwa MUI

–      Sejauh mana manfaatnya : vaksin adalah bibit penyakit yang dilemahkan untuk melatih agar tubuh pasien kuat dalam melawan kuman/virus yang sebenarnya.

–      Efek samping vaksin, perlu juga diketahui bahwa kadang-kadang vaksin bisa menimbulkan reaksi panas, sakit kepala, diare dll, yang sebagian terbesar bisa diatasi dengan obat-obat ringan.

Lalu bagaimana menyikapi tentang immunisasi?

–      Masyarakat dituntut untuk menanyakan tentang kehalalan vaksin sampai jelas, kepada petugas kesehatan yang berwenang. MUI dan Kemenkes harus pula mensosialisasikan vaksin yang halal.

–      Lakukan vaksinasi secara bijak jangan berlebihan. Belakangan terlalu banyak vaksin di masyarakat, menurut saya harus dievaluasi sesuai kebutuhan saja.

–      Dalam memilih immunisasi konsultasikan kepada dokter yang anda percaya kemampuannya dan kejujurannya.

–      Belakangan banyak isu menjelek-jelekkan vaksin secara berlebihan menurut saya isu itu banyak yang tidak berdasarkan fakta yang terang dan cenderung tidak benar

–      Berpikirlah secara proporsional dalam menyikapi immunisasi, baik tentang manfaat maupun mudharatnya

–      Fokuskan segala usaha hidup sehat pada satu keyakinan bahwa Allah akan selalu menolong kita jika kita punya kehendak baik, mau berusaha, berdo’a dan selalu berserah diri kepada Allah.

Dengan semua keterangan saya ini maka kontroversi tentang immunisasi jangan lagi diperdebatkan karena sudah jelas. Adapun pertanyaan bapak adakah cara lain selain immunisasi tentunya bapak perlu membaca buku saya tentang konsep Sehat Islami dimana disitu saya jelaskan berbagai cara hidup sehat termasuk bagaimana meningkatkan daya tahan tubuh melawan infeksi. Wallahu a’alamu bish showaab, wassalamu’alaikum wr.wb.

Sumber: Majalah Sabili No 09/XIX, 2 Februari 2012.

Semoga tanya Jawab Seputar meluruskan pemahaman Imunisasi Ini bermanfaat. Aamin

RUMAH SEHAT

RUMAH SEHAT

Dr. Mohammad Ali Toha Assegaf *

Pengkaji Kedokteran Nabi SAW

Rumah sehat adalah rumah tempat dimana seseorang ingin menjadi sehat atau bertambah sehat . Biasanya jika seseorang mengalami gangguan kesehatan maka ia akan pergi ke tempat-tempat pelayanan kesehatan yang dalam masyarakat kita disebut rumah sakit atau klinik-klinik pengobatan . Banyak dari mereka yang mendambakan diri menjadi sehat di rumah sakit, namun jika saya boleh mengaris bawahi bahwa untuk menjadi sehat seyogyanya orang pergi ke rumah sehat dan bukan sebaliknya ke rumah sakit .

 Seperti kita ketahui bahwa kita menyebut tempat pengobatan orang sakit sebagai rumah sakit adalah karena kita mengikuti orang Belanda yang menyebut hospital sebagai zieken huis . Kenapa demikian saya kurang jelas, padahal jika kita mengacu pada kebiasaan dalam bahasa Inggris rumah sakit adalah “hospital” yang artinya memang rumah perawatan. Bahasa arab adalah yang lebih tepat dalam hal ini, mereka menyebutnya “musytasyfah” yang artinya rumah sehat atau tempat penyehatan.

Demikian besarnya pengaruh penyebutan “hospital” maupun “musytasyfah” maupun rumah sehat itu bagi pasien akan memberi dorongan/spirit kepada pasien bahwa dia datang ketempat itu untuk menyehatkan badannya . Di rumah sehat, jika kita sakit akan disehatkan, di rumah sehat, orang yang sehat akan lebih disehatkan . Ada beberapa aktifitas di rumah sehat yaitu:

Pencegahan penyakit : orang dididik untuk hidup sehat dan diajarkan bagaimana mencegah agar dirinya tidak jatuh sakit . Pengobatan orang sakit : dengan menggunakan bahan dan cara yang menghindari kecacadan dan mengurangi kemungkinan efek samping dari pengobatan . Pemulihan kesehatan : yaitu upaya agar orang yang baru lepas dari sakit akan dapat dipulihkan kembali kesehatannya .

Peningkatan kualitas kesehatan : yaitu meningkatkan daya tahan dan kekuatan badan sehingga orang tidak mudah jatuh sakit . Nyata sekali perbedaan rumah sehat dengan rumah sakit yang sekarang banyak terdapat disekitar kita . Di kebanyakan rumah sakit ada aktifitas yang sama dengan rumah sehat namun pada rumah sakit pelayanan pencegahan – pengobatan – pemulihan – peningkatan kualitas kesehatan dilakukan terpisah-pisah dan seringkali tidak berhubungan satu sama lain sehingga pasien datang ke rumah sakit sering kali datang untuk satu macam aktifitas saja.

Sudah waktunya kita mengubah paradigma rumah sakit menjadi rumah sehat, dan kelihatannya nama rumah sakit harus segera diganti menjadi rumah sehat agar paradigma sehat pari purna.

* Dr. Muhammad Ali Toha Assegaf adalah : ( Penemu Metode Smart Healing, Pra ktisi dan Pengkaji Kedokteran Nabi) Selain Sebagai Derektur Rumah Sakit Persahabatan beliau Pemilik Rumah Sehat Afiat yang berkantor

di JL. Limo Raya no. 3, kompleks Griya Ruko Cinere II, Limo, Depok Tlp. 021-7547291

Cabang :

RSA Ciputat Jl. Kampung Utan (WR.Supratman) No.1, RT.04,RW.04, Ciputat, Tangerang Selatan. Telp. 021 740 2423

 

 

 

<Photo 1>

 

dr Muhammad Ali Toha Assegaf

dr. Muhammad Ali Toha Assegaf

Dokter Mohammad Ali Toha Assegaf lahir di Solo 10 Nopember 1959.Setelah menyelesaikan pendidikan SMA di Solo, ia melanjutkan kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang yang diselesaikan pada tahun 1986 . Kemudian dokter muda ini menjalani masa pengabdian di pedalaman Kalimantan Timur, sampai dengan maret 1990. Selanjutnya ia berpindah tugas ke Jakarta.

Sampai saat ini dr. Mohammad Ali Toha Assegaf telah menjalani masa praktek selama 22 tahun, dan sepanjang kariernya sebagai dokter, secara terus menerus memperluas wawasannya dalam bidang pengobatan .

Dokter Mohammad Ali Toha Assegaf: “Pada tahun 1989 untuk pertama kalinya saya mempelajari kedokteran Nabi, dan setiap kali saya pulang ke Jakarta, saya mencari buku-buku tentang kedokteran Nabi dan melanjutkan pembelajaran dibidang itu secara otodidak . Pada tahun 2003 saya mulai mengurangi penggunaan obat kimia, dan mengelola kesehatan saya dengan menerapkan hidup sehat tanpa obat kimia . Prinsip ini sesuai ajaran Nabi SAW . Setelah meyakini manfaat dari metode ini, maka pada tahun 2005 saya berhijrah dalam menangani pasien saya dengan tidak meresepkan obat kimia kecuali dalam keadaan sangat terpaksa” .

Pada Ramadhan 1426 H, dr. Mohammad Ali Toha Assegaf menyusun konsep hidup sehat alami dan Islami dan memberinya nama Smart Healing, konsep hidup sehat sesuai anjuran Nabi SAW. Sampai hari ini sudah lebih dari 10,000 orang mempelajari dan menerapkan prinsip hidup sehat ini, mereka merasakan manfaatnya. Di kliniknya dr. Mohammad Ali Toha Assegaf telah menangani lebih dari 600 pasien dengan menerapkan metode ini, dengan hasil yang memuaskan. Dan saat ini sekitar 2000 pasien telah ia tanggani Dengan pertolongan Allah SWT telah berhasil ditangani berbagai pasien dengan sukses termasuk pasien kanker dan penyakit berat lainnya.Banyak aktivitas dr Muhammad Ali Toha assegaf, ia terlibat dalam ikatan Dokter Indonesia (Anggota),Ikatan Dokter Akupuntur Indonesia (anggota) ,International Palliative Care Associaton (anggota),Pendiri Yayasan LP3KI (Lembaga Penelitian,Pendidikan dan kesehatan Islami),Jakarta Ia juga Penanggungjawab RUMAH SEHAT AFIAT .Pengasuh Rubrik Sehat ISlami di Majalah Sabili, Kontributor talk show kesehatan Islami Radia Dakta, Bekasi,Smart FM,Ras FM dan Radio SBY ,Jakarta,juga konten Filler SMS INfo kesehatan ISlami  – Semua operator (Agustus -sampai sekarang).Penulis menulis juga artikel-artikel kesehatan ISlami pada beberapa media sekaligus Penanggung jawab Situs  http://smart-healing.com//, https://rumahsehatafiat.wordpress.com//sebuah situs pelayanan,bimbingan dan diskusi mengenai kesehatan secara alami dan Islami.

MENGATASI GANGGUAN KEHARMONISAN DARI PRIA

MENGATASI GANGGUAN KEHARMONISAN DARI PRIA


Oleh :  Dr. Muhammad Ali Toha Assegaf

Karena berbagai pengalaman dan pengaruh lingkungan pada diri suami, kadang-kadang menyebabkan gangguan keharmonisan dan karenanya dalam memperbaiki dibutuhkan kerja sama diantara keduanya .

A.   Gangguan kesehatan jiwa :
Ada beberapa petunjuk adanya stres yang jika tidak ditangani secara baik akan meningkatkan kecenderungan  terjadinya gangguan jiwa . Adapun langkah awal yang dapat dilakukan sendiri dalam mengatasi adalah : coba atasi jika gagal  penasehat agama
1.    Mudah marah : sarankan banyak dzikir dan sebisa mungkin manjaga agar tetap suci . Dimulai dengan wudhu dan jika wudhu batal bisa diulang wudhu lagi .
2.    Sering memukul isteri atau anak : ini adalah tindakan kompulsif yaitu melakukan gerakan fisik yang tidak jelas dan kadang merugikan orang lain karena adanya obsesi yang tidak dimengerti oleh anggota keluarga, sehingga suami merasa ada kesalahan yang sama diulang-ulang secara sengaja . Sebaiknya isteri membuka komunikasi dgn kata-kata yang lembut .
3.    Kata-kata atau sikap yang sinis : Ini disebabkan seringnya isteri tidak memberi respons terhadap ungkapan hati suami . Tugas isteri membuka komunikasi
4.    Sangat pencemburu : Ini terjadi karena pengalaman hidup yang buruk dan adanya sikap suami yang berubah dari sebelumnya .
5.    Selalu curiga : Jika cemburu dikarenakan rasa posesif yang besar, maka curiga adalah karena menduga adanya perilaku buruk suami yang tidak diketahuinya . Ini biasanya adalah karena jarangnya suami-isteri bertemu, mungkin karena kesibukan masing-masing, biasanya ini juga karena pengaruh kabar yang buruk atau pengalaman melihat sesuatu yang buruk yang terjadi dalam rumah tangga orang lain . Sekali lagi, lakukan komunikasi dengan penuh kelembutan .
6.    dll. Baca lebih lanjut

RUMAH SEHAT

RUMAH SEHAT

Dr. Mohammad Ali Toha Assegaf *

Pengkaji Kedokteran Nabi SAW

Rumah sehat adalah rumah tempat dimana seseorang ingin menjadi sehat atau bertambah sehat . Biasanya jika seseorang mengalami gangguan kesehatan maka ia akan pergi ke tempat-tempat pelayanan kesehatan yang dalam masyarakat kita disebut rumah sakit atau klinik-klinik pengobatan . Banyak dari mereka yang mendambakan diri menjadi sehat di rumah sakit, namun jika saya boleh mengaris bawahi bahwa untuk menjadi sehat seyogyanya orang pergi ke rumah sehat dan bukan sebaliknya ke rumah sakit .

Seperti kita ketahui bahwa kita menyebut tempat pengobatan orang sakit sebagai rumah sakit adalah karena kita mengikuti orang Belanda yang menyebut hospital sebagai zieken huis . Kenapa demikian saya kurang jelas, padahal jika kita mengacu pada kebiasaan dalam bahasa Inggris rumah sakit adalah “hospital” yang artinya memang rumah perawatan. Bahasa arab adalah yang lebih tepat dalam hal ini, mereka menyebutnya musytasyfah yang artinya rumah sehat atau tempat penyehatan.

Demikian besarnya pengaruh penyebutan “hospital” maupun “musytasyfah” maupun rumah sehat itu bagi pasien akan memberi dorongan/spirit kepada pasien bahwa dia datang ketempat itu untuk menyehatkan badannya . Di rumah sehat, jika kita sakit akan disehatkan, di rumah sehat, orang yang sehat akan lebih disehatkan . Ada beberapa aktifitas di rumah sehat yaitu:

  1. Pencegahan penyakit : orang dididik untuk hidup sehat dan diajarkan bagaimana mencegah agar dirinya tidak jatuh sakit .
  2. Pengobatan orang sakit : dengan menggunakan bahan dan cara yang menghindari kecacadan dan mengurangi kemungkinan efek samping dari pengobatan .
  3. Pemulihan kesehatan : yaitu upaya agar orang yang baru lepas dari sakit akan dapat dipulihkan kembali kesehatannya .
  4. Peningkatan kualitas kesehatan : yaitu meningkatkan daya tahan dan kekuatan badan sehingga orang tidak mudah jatuh sakit .

Nyata sekali perbedaan rumah sehat dengan rumah sakit yang sekarang banyak terdapat disekitar kita . Di kebanyakan rumah sakit ada aktifitas yang sama dengan rumah sehat namun pada rumah sakit pelayanan pencegahan – pengobatan – pemulihan – peningkatan kualitas kesehatan dilakukan terpisah-pisah dan seringkali tidak berhubungan satu sama lain sehingga pasien datang ke rumah sakit sering kali datang untuk satu macam aktifitas saja.

Sudah waktunya kita mengubah paradigma rumah sakit menjadi rumah sehat, dan kelihatannya nama rumah sakit harus segera diganti menjadi rumah sehat agar paradigma sehat pari purna.

* Dr. Muhammad Ali Toha Assegaf adalah :
( Penemu Metode Smart Healing, Pra ktisi dan Pengkaji Kedokteran Nabi) Selain Sebagai Derektur Rumah Sakit Persahabatan beliau Pemilik Rumah Sehat Afiat yang berkantor di JL. Limo Raya no. 3, kompleks Griya Ruko Cinere II, Limo, Depok
Tlp. 021-7547291

Cabang :

RSA Ciputat
Jl. Kampung Utan (WR.Supratman) No.1, RT.04,RW.04, Ciputat, Tangerang Selatan.
Telp. 021 740 2423