cara Mengatasi yang belum punya keturunan

cara Mengatasi yang belum punya keturunan

 

Di bawah ini adalah tips – tips mengenai cara mengatasi yang belum punya keturunan , di bawah adlah tanya jawab yang di ambil dari rubrik Sehat Islami yang di asuh oleh dokter Mohammad ali toha assegaf. Berikut tanya jawabnya di bawah ini :

Assalamu’alaikum wr wb
melalui surat ini saya mohon petunjuk ,keluhan saya adalah setelah lebih dari 15 Tahun berumah tangga, belom punya anak . Saya dan istri sudah mencoba mengkomsumsi
bermacam-macam obat,namun belom ada hasilnya . Yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Apakah ini disebabkan oleh sesuatu seperti ED atau spermatozoa (ME) ?
2. Apakah saya/istri mengalami kemandulan ?
Mohon petunjuk Bapak , bagaimana cara mengatasinya ? Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

RF, Agam ,Sumatra Barat

Wa’alaikumussalam wr.wb
Segala Puji Bagi Allah yang telah menjadikan Bapak berkehendak mencari jawaban atas persoalan yang di hadapi dengan cara yang halal dan thayyib.
Sholawat dan salam atas junjungan kita nabi besar Muhammad saw,yang membawakan risalah yang haq ,sebagai penuntun kepada kita semua ke jalan yang benar.
Persoalan Yang bapak hadapi adalah persoalan yang telah pernah saya ungkap tuntas dalam rubikrik yang lalu ,secara singkat akan saya refresh sebagai berikut :

1. Perbaiki kesehatan Secara umum dengan :
a. mengatur waktu tidur yang cukup (6-8 jam ) Baca doa sebelum tidur
b. makanan empat sehat lima sempurna,makan kecambah ,brokoli, daun kemangi, bawang merah dan bawang putih, kacang tanah, kacang mede,wijen, ikan laut
terutama kerang,telur  ikan ,telur ayam susu .
c. Olah raga jalan cepat 30 menit/hari, 3 kali seminggu
d. Minum air putih  minimal 30 cc/kg berat bdan/hari
e. Hindari merokok, karena nikotin mempengaruhi kualitas sperma .
2. Minum obat yang memacu produksi sperma dan memperbaiki kualitasnya. saya sudah membuat ramuan yang pas dan halal bersertifikat LPPOM-MUI.
3. berdoa dan sabar , bangunlah sholat tahajud karena rasulullah bersabda  :” bertahajudlah agar kamu sehat”
4. Lakukanlah hubunggan suami-istri yang teratur terutama pada masa subur, yaitu sejak 14 hari menjelang menstruasi sampai hari pertama menstruasi .
5. Pada kasus yang parah ,perlu kombinasi bekam refleksi -akupuntur . Untuk mengeluarkan racun-racun yang menumpuk dalam tubuh.
6. jangan terpengaruh pengobatan yang mengunakan jin ataupun syirik.

Rubrik kesehatan Islami ini di asuh oleh dokter Mohammad ali toha assegaf, praktisi kedokteran nabi (penangung jawab RUMAH SEHAT AFIAT5).

Semoga tanya jawab mengenai  cara Mengatasi yang belum punya keturunan bermanfaat

Iklan

Menangulangi Sifat Feminim pada Pria

Menangulangi Sifat Feminim pada Pria


Rubrik Sehat-Islami
Diasuh Oleh: Dr Moh Ali Toha Assegaf
Penanggungjawab Rumah Sehat Afiat dan Pengkaji Kedokteran Nabi

Assalamu’alaikum wr wb

Dokter, saya seorang laki-laki berumur 28 tahun. Waktu kecil saya suka bergaul dengan anak perempuan, bahkan seringkali saya berpenampilan seperti perempuan. Akibatnya, sampai saat ini, sebagai laki-laki saya merasa kurang “greng.”

Saya cenderung lebih suka pada laki-laki. Sejak umur 13 tahun saya sering melakukan onani dan itu terus berlanjut sampai sekarang. Biasanya saya membayangkannya dengan laki-laki. Saat ini, saya sudah memiliki calon istri. Saya akan segera menikah untuk keluar dari masalah ini.

Di benak saya sering muncul pikiran, Tuhan tidak adil karena menciptakan saya dalam keadaan seperti ini. Saya seringkali merasa iri dengan teman-teman yang terlahir normal dan hidup bahagia dengan keluarganya. Keadaan ini membuat saya minder sehingga seringkali aktivitas terhambat.

1. Bagaimana mengatasi masalah ini?
2. Adakah obat atau terapi yang bisa saya lakukan untuk mengatasinya?
3. Apakah kelainan saya ini bisa disembuhkan?
4. Jika kelak saya sudah menikah, bisakah saya menunaikan peran sebagai suami secara biologis? Apakah saya bisa punya anak karena sering onani? Saya takut tidak bisa membahagiakan istri saya.

Atas jawaban dan bantuannya, saya ucapkan jazakumullah khairan.

NN, Surabaya

Wa’alaikumussalam wr wb Baca lebih lanjut