Madu dalam Kitab Thibbun Nabawi

Madu dalam Kitab Thibbun Nabawi

Madu Sehat Afiat

Madu Sehat Afiat

Kitab Thibbun nabawi karya ibnu Qayyim Al-jaujiyah merupakan buku yang berisi tata cara pengobatan Islami ala Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan bahan-bahan herbal alami.Madu merupakan bahan herbal yang sering dipakai dalam upaya mengobati berbagai macam penyakit. Selai itu,buku tersebut juga memaparkan beberapa khasiat madu ,diantaranya:

1. Membersihkan kotoran yang terdapat di dalam otot dan usus pencernaan .
2. Mengurangi zat-zat lembab dalam tubuh, baik dengan cara dimakan ataupun dioleskan.
3. Sangat berguna bagi para lansia,penderita batuk berdahak dan orang yang selera makannya rendah
4. Sebagai pemasok gizi dan dapat menenangkan emosi seseorang .
5. Dapat membersihkan hati dan jantung
6. Memperlancar buang air kecil.
7.Cocok untukketer menghilangkan batuk di sebabkan dahak
8. Mengobati gigitan binatang berbisa dan ketergantungan opium, yaitu jika diminum dalam keadaan panas kemudian dicampur dengaunn minyak mawar
9. Berguaging selamnda bagi yang digigit anjing dan orang yang memakan jamur mematikan jika diminum begitu saja dengan campuran air
10. menjaga kesegaran daging selama tiga bulan jika ditaruh
11. Mengawetkan  tubuh mayat.Oleh karena itu, madu diarab dijuluki al-hafiz al-amin (penjaga Yang terpercaya)
12. Membasmi kutu sampai ketelurnya jika dioleskan pada anggota tubuh yang terkena kutu
13. meyuburkan dan merindah rambut  jika dioleskan dengan madu
14. memperbaiki kemampuan pengelihatan, dengan cara dioleskan didaerah sekitar mata (dibuat celak)
15. Memutihkan dan menguatkan gigi,dengan cara dioleskan
16. Menjaga kesehatan gigi dan gusi
17. Membuka sel-sel otot
18. Memperlancar datang bulan
19.Mengencerkan dahak, yaitu dengan cara mengkonsumsinya segera setelah bangun tidur
20.Membersikan kotoran lambung dan mengeluarkan sisa pencernaan
21. Meyiapkan lambung agar siap bekerja dan membuka segala penyumbatan yang ada didalamnya
22. mengobati diare.

Dikutip dari : ” 99 Resep Sehat dengan Madu ” karangan Prof.Dr. Said Hammad