:: PENGOBATAN HERBAL PADA SAKIT MAAG/DYSPEPSIA ::

:: PENGOBATAN HERBAL PADA SAKIT MAAG/DYSPEPSIA ::

 

dokter Muhammad Ali toha Assegaf,praktisi kedokteran nabi menulis :
Assalamualaikum Wr Wb.. Sebelum membahas mengenai pengobatan herbal pada penyakit maag/dyspepsia. mari kita bahas dulu apa definisi dari dyspepsia

Dyspepsia adalah kumpulan gejala yang biasanya terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di perut bagian atas, kembung, banyak kentut, rasa penuh/sebah, banyak sendawa, cepat kenyang, dan borborygmi (keroncongan), jika keluhan ini dalam 1 bulan berlangsung sekurangnya 1 minggu maka dianggap dyspepsia kronis . Jika keluhan ini sangat mengganggu maka perlu dilakukan berbagai pemeriksaan baik biokimiawi, endoskopi maupun radiologis yang bertujuan menentukan apakah ini termasuk dyspepsia non ulcer atau dyspepsia biasa ataupun gangguan lain seperti radang tenggorokan akibat refluks asam lambung dll.

Dalam berbagai penelitian ditemukan bahwa beberapa obat-obatan kimia apalagi yang diminum tanpa pengawasan dokter akan memberi risiko terjadinya ulkus/borok lambung yang bisa berakibat perdarahan lambung.

Alkohol juga termasuk salah satu zat yang bisa menyebabkan borok lambung . Beberapa makanan yang bercita rasa asam maupun pedas juga dapat mendorong terjadinya borok lambung dan atau refluks asam lambung. Bahan lainnya antara lain adalah vetsin, caffeine, asam benzoate dll. terbukti pula mendorong terjadinya dyspepsia ini . Dahulu diyakini bahwa sakit maag adalah murni psikosomatik, namun berbagai penelitian menunjukkan adanya peran bakteri Helicobacter Pylori oleh karena itu dalam pengobatan dyspepsia maupun ulkus peptikum peran bakteri ini telah mendapat perhatian dari para dokter . Kemajuan penelitian dalam kedokteran modern untuk penanganan keluhan ini masih belum memberikan solusi yang menyeluruh . Dr. Batmanghelij,seorang dokter ahli penyakit dalam dari London pernah melakukan penelitian tentang pengaruh dehidrasi terhadap berbagai penyakit dan salah satu penyakit akibat dehidrasi adalah penyakit maag yang dalam kedokteran disebut dyspepsia. Hal ini perlu saya jelaskan secara panjang lebar karena pemahaman yang benar tentang sakit maag ini akan membantu pengobatan dan bahkan penyembuhan .

Adapun penatalaksanaan sakit maag/dyspepsia ini perlu memperhatikan 3 hal sbb.:

A. Perbaikan pola hidup

1. ada 3 prinsip dalam menyikapi persoalan hidup yaitu sabar atas segala cobaan, syukur atas karunia Allah sekecil apapun karunia yang kita terima, dan ikhlas atas segala kekurangan yang dirasakannya.

2. mengubah sikap pandang tentang keimanan, dengan menanamkan pemahaman tentang kebesaran kekuasaan Allah atas semesta alam . Di meja praktek saya sering membuktikan bahwa kekuatan keimanan yang benar telah banyak menolong mempercepat penyembuhan dari sakit .

B. Perbaikan pola makan

1. Menjaga makanan yang halal baik substansinya, cara mengolahnya maupun cara mendapatkannya .

2. Rasulullah SAW menganjurkan makan 1/3 makanan padat (nasi, lauk, sayur dan buah), 1/3 air dan menyisakan 1/3 dari lambung kita yang Beliau SAW katakan untuk nafas . artinya kita jangan memenuhi lambung kita dengan makanan sehingga kekenyangan dan memberatkan kerja kelenjar pencernaan dan organ-organ pencernaan .

3. Selalu menganeka ragamkan makanan, campurkan berbagai makanan yang terdiri dari lemak, protein, karbo hidrat, buah dan sayur hijau.

4. Hindari makan buah ataupun sayur yang sulit dicerna atau yang menghasilkan gas dalam jumlah banyak (antara lain durian, nangka, lobak, sayur kol, timun) terutama jika maag anda sedang kambuh. Hindari makanan yang bercita rasa asam maupun pedas, karena keduanya menimbulkan iritasi pada selaput lendir lambung dan merangsang pengeluaran asam lambung secara berlebihan .

5. Lakukan makan 3 kali sehari, dan diantara dua waktu makan jangan makan apapun, jika anda merasa lapar minumlah air hangat atau teh manis . Pengalaman saya bahwa pasien yang frekwensi makannya tidak teratur atau banyak ngemil malahan memudahkan kambuhnya keluhan dyspepsia.

6. Perbaikilah dehidrasi anda, dosis air putih dalam keadaan cuaca sejuk adalah 30 cc/kg bb/hari jika udara panas tambahkan 20% lagi . Hindari minum air es .

C. Pengobatan

Adapun obat herbal yang cocok untuk menangani adalah :

Ambil 2 jari kunyit + 1 jari temu putih diiris tipis-tipis, direbus dalam air 500 cc sampai air tinggal separuhnya, lalu dinginkan tambahkan madu murni 125 cc, aduk rata dan minumlah larutan ini 3X sehari @ 50 cc. Sisanya disimpan untuk kemudian bisa diminum kembali . Diminum pagi hari setengah jam sebelum sarapan

Demikianlah jika anda melakukannya dengan tekun maka diharapkan dalam 2 minggu Insya Allah akan mulai merasakan manfaatnya, dan andapun tidak akan bergantung dengan obat kimia sintetik. wassalam.wr.wb

==============================
Ingin Konsultasi Seputar Herbal untuk mengatasi Masalah Kesehatan Anda?
Klik : http://best-herbal.org/konsultasi.php

Tips sehat ala Rasulullah mengenai Spritual orang Mukmin

Tips sehat ala Rasulullah mengenai spritual orang mukmin

Jalan Spritual orang Mukmin di tandai dengan sikap sabar terhadap segala cobaan yang di hadapi,syukur atas segala  anugrah yang di terima ,dan ikhlas terhadap ketentuan Allah  Swt. Sikap sabar di tandai dengan berusaha mengatasi masalah yang dialami , berdoa memohon kekuatan dan pertolongan Allah , serta berserah diri kepada Allah . Mengembangkan spiritualitas secara baik akan meyehatkan .

Tips sehat ala Rasulullah mengenai Spiritual orang Mukmin di tulis oleh dokter Mohammad Ali Toha Assegaf,praktisi kedokteran nabi

COFFEE AND GALLSTONE DISEASE

COFFEE AND GALLSTONE DISEASE *(dr Muhammad Ali Toha Assegaf)

Coffee and Gallstone Disease dalam Bahasa Indonesia di terjemahkan artinya Kopi dan penyakit Batu empedu. Kandung empedu menyimpan cairan empedu, yang dilepaskan ke usus untuk mengemulsifikasi lemak dan mencernanya . sembilan puluh persen batu empedu adalah batu kolesterol, dan sisanya adalah kristal bilirubin .
Pasien batu empedu memberikan gejala nyeri perut hebat . akan tetapi 80 percent dari penderita batu empedu tidak menunjukkan gejala apa-apa, batu empedu sering kali ditemukan secara kebetulan dalam pemeriksaan USG, namun kadang-kadang bias pula ditemukanpada pemeriksaan X-Ray . Faktor risiko batu empedu adalah obesitas .

Dalam tiga penelitian cross sectional menggunakan pemeriksaan USG, menunjukkan tidak dapat ditemukan adanya hubungan antara batu empedu  dengan minum kopi pada populasi denmark (1), wanita hamil penduduk Irlandia(2), ataupun pendonor darah warga jerman(3). Meskipun dalam  penelitian keempat di USA tidak dapat menunjukkan hubungan yang signifikans antara minum kopi dengan batu empedu yang terdiagnosis  maupun yang tidak terdiagnosis, namun  hubungan terbalik ditemukan secara signifikans antara minum kopi dengan ditemukannya batu empedu  pada wanita, hal ini tidak ditemukan pada pria (4).    Penelitian case control berbasis hospital di Yunani (5) maupun di Italy (6), terbukti tidak dapat menunjukkan hubungan yang signifikans antara minum kopi dengan penyakit batu empedu . Sebaliknya penelitian di Italy skala besar population- based case- control study menunjukkan hubungan yang terbalik antara minum kopi dengan kasus batu empedu yang terdokumentasikan (7).

Dua dari tiga penelitian kohort prospektif menunjukkan adanya efek proteksi kopi terhadap kejadian batu empedu.
penelitian skala besar college alumni di USA tidak dapat menunjukkan hubungan yang signifikans antara minumkopi dengan  kasus penyakit empedu (8). Sebaliknya hasil penelitian the Health Professionals Follow-up Study pada 46,008 pria yang didiagnosis  maka para pria yang minum 4 cangkir atau lebih kopi setiap hari, 45% lebih sedikit kemungkinan terserang penyakit batu empedu (9).

Sama halnya adalah penelitian dari the Nurses Health Study pada 80,898 wanita, maka wanita yang sekurangnya minum 4 cangkir kopi  per hari mengalami risiko kolesistektomi 28% lebih sedikit dari yang tidak minum kopi (10). Hubungan ini secara statistic meyakinkan diantara kedua penelitian kohort tersebut .
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian kohort menunjukkan bahwa minum kopi melindungi pria maupun wanita dari  terkena batu empedu, meskipun tingkat perlindungan pada wanita lebih kecil daripada pria .Semoga artikel COFFEE AND GALLSTONE DISEASE  ( Kopi dan Penyakit Batu Empedu) yang disusun oleh dokter *Muhammad Ali Toha Assegaf, Praktisi Kedokteran Nabibermanfaat

References:
1. Jorgensen, T. et al. Gut, 30, 528-534, 1989.
2. Basso, L. et al. European Journal of Epidemiology, 8, 629-633, 1992.
3. Kratzer, W. et al. Scandinavian Journal of Gastroenterology, 32, 953-958, 1997.
4. Ruhl, C.E. and Everhart, J.E. American Journal of Epidemiology, 152, 1034-1038, 2000.
5. Pastides, H. et al. Archives of Internal Medicine, 150, 1409-1412, 1990.
6. La Vecchia, C. et al. International Journal of Epidemiology, 20, 209-215, 1991.
7. Misciagna, G. et al. European Journal of Gastroenterology and Hepatology, 8, 585-593, 1996.
8. Sahi, T. et al. American Journal of Epidemiology, 147, 644-651, 1998.
9. Leitzmann, M.F. et al. Journal of the American Medical Association, 281, 2106-2112, 1999.
10. Leitzmann, M.F. et al. Gastroenterology, 123, 1823-1830, 2002.

Dr Muhammad Ali Toha Assegaf PRAKTISI KEDOKTERAN NABI

Dr Muhammad Ali Toha Assegaf

PRAKTISI KEDOKTERAN NABI

 

 

 

Pada mulanya banyak orang tak mengerti apakah pengobatan atau kedokteran ala Nabi(Thibbun Nabawi) itu termasuk Ali Toha Assegaf.

Sejak Kuliah hingga lulus dari fakultas kedokteran Universitas Diponogoro th 1986, ali Tak pernah mendengar tentang Istilah tersebut. Baru sekitar tahun 1989 pria keturunan Arab ini mulai mengenal kedokteran Nabi Melalui Buku-buku yang di bacanya. Dengan tekun di  pelajarinya hingga akhirnya Ali menyakini bahwa pengobatan ini memiliki sejumlah keunggulan di bandingkan kedokteran Ala barat.

Setelah menguasai ilmu kedokteran Ala nabi ini , dokter ali toha tidak lagi meresepkan obat-obatan kimia sintetis
kepada para pasiennya sejak lima tahun terakhir , penemu propoten (obat kesehatan pria alami dan islami) ini hanya meresepkan obat  dari bahan alami sesuai sunah nabi.

Menurut Ali,Pengobatan ini disebut kedokteran ala Nabi karena pengobatan ini memang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada keluarga dan Sahabatnya .Dan menariknya ,ternyata Rasullulah tidak semata-mata mengajarkan pengobatan , tetapi juga mengajarkan perihal  kesehatan manusia secara holistik yang mencakup 4 aspek pencegahan,pengobatan, rehabilitasi, dan peningkatan kualitas kesehatan. Keterpaduan empat aspek inilah yang mendorong dirinya untuk mengembangkan kedokteran nabi ala nabi dengan metode yang bernama  Smart Healing dan mendirikan  RUMAH SEHAT AFIAT pada tahun 2004.

Ali memiliki cita-cita, suatu saat kedokteran nabi bisa menjadi mainstream dalam dunia kedokteran, sedangkan pengobatan Barat di posisi alternatif .

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut ,penulis buku Smart healing dan pengasuh situs internet http://www.smarthealing.net ini tak segan segan untuk mengratiskan biaya konsultasi berbagi ilmu pengobatan, terutama bagi pasien yang berasal dari keluarga tak mampu.

Allah yang menyembuhkan

Kepada pasien yang berkunjung ke kliniknya di kawasan Cinere,Jakarta , Ali sangat menekankan masalah keimanan untuk mempercepat penyembuhan pasien
.” Dalam surat ASY-Syu’ara ayat 80, dijelaskan bahwa apabila kita sakit Maka Allahlah yang menyembuhkan,” jelas pria kelahiran Solo ,10 Nopember 1959 ini.

Ali memiliki pengalaman menarik saat membantu penyembuhan seorang hepatitis  C .” Menurut kedokteran Versi Barat Pasien tersebut tidak bisa di sembuhkan.
Namun, setelah di tangani dengan pengobatan nabi , Alhamdulillah,pasien tersebut berhasil sembuh,” papar dokter yang sebagai Kepala Puskesmas di kutai, di kalimantan Timur ini.

Oleh karena itu , Ali selalu menekankan, bahwa bukan pengobatan Barat atau timur yang harus di tempuh untuk menyembuhkan penyakit, tetapi kebesaran Allahlah yang dapat menyembuhkan orang tersebut.

Meski menginginkan metode ini berkembang luas, namun ali mengingatkan, tidak setiap orang bisa mengobati dengan metode ini .Praktisinya harus terlebih dulu  menguasai ilmu anatomi, patologi dan fisiologi manusia.
“Apabila seseorang praktisi kedokteran nabi tidak menguasai hal ini, maka ini dapat meyebabkan terjadinya kesalahan diagnosis penyakit pasien,” tuturnya.
(Suara hidayatullah 2008)