:: MANFAAT OBAT ANJURAN NABI SAW ::

:: MANFAAT OBAT ANJURAN NABI SAW ::

Banyak obat-obat yang dianjurkan Rasulullah SAW yang memberi manfaat bagi kesehatan. Sebagiannya adalah nutrisi yang baik dan sebagiannya memiliki manfaat sebagai obat. Hanya saja untuk mendapat manfaatnya kita harus memperhatikan banyak faktor diantaranya dosisnya, indikasinyanya, kontra indikasinya, efek samping yang mungkin timbul, efek sinergis dan antagonisnya, ini tidak semua orang perlu memikirkannya, para herbalis sudah memahaminya, oleh karena itu jika anda ingin mengobati penyakit dengan herbal hendaknya berkonsultasi dan hanya menggunakan referensi dari herbalis saja, jangan melakukannya secara sembarangan.

a. Madu : khasiat madu terutama meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki pencernaan dan menyembuhkan luka baik luka di kulit maupun luka di selaput lendir didalam organ-organ utama, dosis madu untuk pengobatan penyakit untuk pasien dewasa sesuai pengalaman saya 2-3 X sehari @ 1-2 sendok makan (1 sendok makan kira-kira 10 cc).
b. Habatussauda/jintan hitam, manfaat sesuai pengalaman saya untuk pengobatan penyakit jantung koroner, kelemahan umum, kanker, penyakit allergi dan penyakit akibat sindroma dingin. Dosis pengobatan untuk pasien dewasa 2-3 X sehari @ 1 gram.
c. Minyak Zaitun, minyak zaitun adalah anti oksidan dan banyak mengandung HDL, oleh karenanya cocok untuk hampir semua penyakit darah, kanker, lambung, dan penyakit kulit. Dosis pengobatan sesuai pengalaman praktek saya adalah 2-3 X sehari @ 2 sendok makan. Untuk pengobatan kulit bisa dibalurkan ke kulit, unuk menyuburkan dan menghitamkan rambut bisa dipakai menjelang tidur malam.
d. Semua obat tradisional/alami akan memberi efek setelah penggunaan jangka panjang, oleh karena itu perlu dikonsumsi secara teratur, sekurangnya 1-2 bulan. Yang membuat pengobatan gagal adalah bahwa pasien tidak sabar karena tidak segera merasakan manfaatnya.
e. Anak-anak bisa diberikan semua obat ini dengan dosis kira-kira setengah dosis orang dewasa, namun pemberian secara rutin hendaknya dikonsultasikan kepada herbalist, untuk anak-anak umur kurang dari 6 tahun kira-kira seperempat dosis dewasa.

Demikianlah Semoga Bermanfaat
wassalamu’alaikum wr.wb.

Konsultasi kesehatan  dengan Dokter mohammad Ali toha assegaf di, 021-7530085

konsultasi kesehatan bersama dokter Mohammad ali toha tentang Mengobati mata minus

Konsultasi kesehatan bersama dokter Mohammad ali toha tentang Mengobati mata minus


Assalamu’alaikum wr wb

Dokter, saya seorang laki-laki berumur 31 tahun dengan tinggi 165 cm dan berat 60 kg. Sehari-hari bekerja di sebuah pabrik susu. Saya mempunyai masalah penglihatan, minus 1,5 untuk mata kanan dan 0,25 untuk mata kiri. Itu pada tahun 2001. Di tahun 2006 mata kanan bertambah minus 2,5 dan kiri minus 0,75. Saya sudah mencoba mengobatinya, mulai dari pakai pil ikan Salmon, jus wortel, timun, daun sirih, bawang merah, madu sampai darah belut, namun tidak ada perubahan. Saya tak ingin pakai kacamata atau lensa kontak. Bagaimana cara penyembuhannya? Terima kasih atas bantuannya. Surat ini mewakili rekah-rekan sekerja yang mempunyai masalah sama.

Amung Sunarya
Pasawahan — Cicurug,
Sukabumi

***

Wa’alaikumussalam wr wb

Segala puji bagi Allah, kepada-Nya kita mohon perlindungan dari segala
urusan dunia yang memberati kita. Shalawat dan salam bagi junjungan dan
suri teladan kita Muhammad saw, kerabat dan sahabatnya.

Jika dikatakan bahwa teman-teman sekerja mempunyai masalah yang sama, itu artinya kita patut curiga bahwa ini adalah penyakit akibat kerja. Alangkah baiknya jika Anda meminta dokter puskesmas setempat memeriksa, apakah pekerjaan berhubungan dengan sinar terang yang terus-menerus, radiasi komputer, atau tempat kerja terlalu gelap dan pekerjaan berhubungan dengan bahan kimia yang bisa meracuni sehingga mengganggu penglihatan.

Kebiasaan sehat yang sudah dilakukan saya pikir akan baik jika dilakukan terus, yaitu minum jus wortel. Malah bisa selang sehari dengan jus tomat yang diketahui mengandung zat lycopene yang membantu menyehatkan retina. Jika gangguannya di retina atau lensa, saya yakin insya Allah akan teratasi. Tapi saya juga minta agar diperiksakan mata apakah ada gejala glaucoma, yaitu kelainan tekanan bola mata. Hal ini akan mempercepat penurunan ketajaman mata yang bisa berakhir dengan kebutaan.

Selanjutnya kebiasaan menonton TV berjam-jam dengan jarak nonton yang terlalu dekatm bisa diperbaiki. Begitu pula membaca buku ataupun koran hendaknya dilakukan dengan penerangan yang cukup. Mungkin usaha lain yang halal bisa diteruskan. Jangan panik dan tentunya dengan diiringi doa kepada Allah yang Maha Menyembuhkan penyakit.

Di ambil dari rubik Kesehatan Islami majalah Islami Sabili yang di asuh oleh dokter Mohammad ali toha assegaf

Meluruskan Pemahaman Imunisasi

Meluruskan Pemahaman Imunisasi

Diasuh Oleh: Dr Moh Ali Toha Assegaf, Penanggungjawab Rumah Sehat Afiat dan Pengkaji Kedokteran Nabi. . Praktik: Jl Limo Raya Ruko Griya Cinere II/No 3, Depok, Telp. 021-7547291.

Di bawah ini adalah Tanya jawab mengenai Meluruskan pemahaman imunisasi yang kami ambil dari Rubrik Konsultasi kesehatan majalh Sabili.

Assalamu’alaikum wr.wb.

Pak dokter, belakangan ini muncul berita-berita buruk tentang immunisasi, ada yang bilang bahwa immunisasi itu haram dan ada yang bilang bahwa melakukan immunisasi justru akan merugikan kesehatan anak kita, menurut saya juga bahwa Rasulullah saw tidak mengajarkan immunisasi. Bagaimana pandangan bapak dan adakah cara lain untuk mencegah penyakit selain dengan immunisasi ?

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Ummu Nadia, Jakarta

Wa’alaikum salam wr.wb.

Segala puji semata bagi Allah SWT Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi besar Muhammad saw beserta keluarganya, dan semoga kedamaian dan keselamatan atas mereka yang selalu berpegang teguh kepada petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

Sering kali sudah saya berbicara tentang immunisasi di beberapa ceramah saya namun memang masih banyak yang menanyakan kepada saya soal ini karena banyak pemahaman tentang immunisasi yang perlu diluruskan.

Immunisasi menjadi topik yang hangat dibahas dikalangan para penterapi Islam karena penggunaannya yang semakin luas, termasuk menyangkut keperluan ibadah dan adanya isu kehalalannya dan efek sampingnya. Dalam mengkaji immunisasi kita harus memperhatikan banyak hal, yaitu apa immunisasi itu, kenapa harus immunisasi, bagaimana kehalalannya, sejauh mana manfaatnya, apa efek sampingnya, bagaimana kita harus bersikap. Secara sederhana saya jelaskan bahwa immunisasi adalah usaha meningkatkan kekebalan tubuh dengan cara yang yang relatif cepat yang telah terbukti manfaatnya, jadi ada 3 kata kunci disini meningkatkan kekebalan tubuh, secara relatif cepat, dan telah terbukti manfaatnya.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh : tubuh memiliki kekebalan terhadap infeksi namun ada faktor-faktor yang menurunkan kekebalan tubuh, antara lain gizi kurang atau tidak seimbang, stres, intervensi radikal bebas, bahan kimia perusak fungsi hati maupun ginjal, gangguan hormonal, dll. Yang jika ingin diperbaiki akan butuh waktu dan konsistensi perlakuan yang angka kegagalannya bisa tinggi. immunisasi akan membantu lebih cepat.
  • Immunisasi terbukti melalui penelitian memberi manfaat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit infeksi tertentu.

–      Kenapa harus immunisasi ? ada beberapa faktor yang membuat kita memutuskan untuk immunisasi.

  • Tingkat pendidikan dan pemahaman tentang kesehatan yang masih rendah dikalangan masyarakata, sehingga mereka tidak tahu bagaimana mengelola kesehatannya secara benar.
  • Sosial ekonomi mayoritas masyarakat kita yang kurang menyebabkan mereka mengabaikan kesehatan
  • Proses merubah mindset yang butuh waktu lama
  • Kemampuan tubuh tiap-tiap individu yang variatif, ada yang sistem kekebalannya baik sampai sangat buruk.
  • Risiko tertular yang berbeda-beda, ada masyarakat yang hidup dilingkungan yang sangat berisiko tertular penyakit infeksi dan ada yang dilingkungan yang bersih sekali. Dll.

–      Kehalalan vaksin juga bervariasi. Tentu untuk menyatakan suatu vaksin itu halal atau tidak, kita mengacu fatwa MUI

–      Sejauh mana manfaatnya : vaksin adalah bibit penyakit yang dilemahkan untuk melatih agar tubuh pasien kuat dalam melawan kuman/virus yang sebenarnya.

–      Efek samping vaksin, perlu juga diketahui bahwa kadang-kadang vaksin bisa menimbulkan reaksi panas, sakit kepala, diare dll, yang sebagian terbesar bisa diatasi dengan obat-obat ringan.

Lalu bagaimana menyikapi tentang immunisasi?

–      Masyarakat dituntut untuk menanyakan tentang kehalalan vaksin sampai jelas, kepada petugas kesehatan yang berwenang. MUI dan Kemenkes harus pula mensosialisasikan vaksin yang halal.

–      Lakukan vaksinasi secara bijak jangan berlebihan. Belakangan terlalu banyak vaksin di masyarakat, menurut saya harus dievaluasi sesuai kebutuhan saja.

–      Dalam memilih immunisasi konsultasikan kepada dokter yang anda percaya kemampuannya dan kejujurannya.

–      Belakangan banyak isu menjelek-jelekkan vaksin secara berlebihan menurut saya isu itu banyak yang tidak berdasarkan fakta yang terang dan cenderung tidak benar

–      Berpikirlah secara proporsional dalam menyikapi immunisasi, baik tentang manfaat maupun mudharatnya

–      Fokuskan segala usaha hidup sehat pada satu keyakinan bahwa Allah akan selalu menolong kita jika kita punya kehendak baik, mau berusaha, berdo’a dan selalu berserah diri kepada Allah.

Dengan semua keterangan saya ini maka kontroversi tentang immunisasi jangan lagi diperdebatkan karena sudah jelas. Adapun pertanyaan bapak adakah cara lain selain immunisasi tentunya bapak perlu membaca buku saya tentang konsep Sehat Islami dimana disitu saya jelaskan berbagai cara hidup sehat termasuk bagaimana meningkatkan daya tahan tubuh melawan infeksi. Wallahu a’alamu bish showaab, wassalamu’alaikum wr.wb.

Sumber: Majalah Sabili No 09/XIX, 2 Februari 2012.

Semoga tanya Jawab Seputar meluruskan pemahaman Imunisasi Ini bermanfaat. Aamin

Menangulangi Sifat Feminim pada Pria

Menangulangi Sifat Feminim pada Pria


Rubrik Sehat-Islami
Diasuh Oleh: Dr Moh Ali Toha Assegaf
Penanggungjawab Rumah Sehat Afiat dan Pengkaji Kedokteran Nabi

Assalamu’alaikum wr wb

Dokter, saya seorang laki-laki berumur 28 tahun. Waktu kecil saya suka bergaul dengan anak perempuan, bahkan seringkali saya berpenampilan seperti perempuan. Akibatnya, sampai saat ini, sebagai laki-laki saya merasa kurang “greng.”

Saya cenderung lebih suka pada laki-laki. Sejak umur 13 tahun saya sering melakukan onani dan itu terus berlanjut sampai sekarang. Biasanya saya membayangkannya dengan laki-laki. Saat ini, saya sudah memiliki calon istri. Saya akan segera menikah untuk keluar dari masalah ini.

Di benak saya sering muncul pikiran, Tuhan tidak adil karena menciptakan saya dalam keadaan seperti ini. Saya seringkali merasa iri dengan teman-teman yang terlahir normal dan hidup bahagia dengan keluarganya. Keadaan ini membuat saya minder sehingga seringkali aktivitas terhambat.

1. Bagaimana mengatasi masalah ini?
2. Adakah obat atau terapi yang bisa saya lakukan untuk mengatasinya?
3. Apakah kelainan saya ini bisa disembuhkan?
4. Jika kelak saya sudah menikah, bisakah saya menunaikan peran sebagai suami secara biologis? Apakah saya bisa punya anak karena sering onani? Saya takut tidak bisa membahagiakan istri saya.

Atas jawaban dan bantuannya, saya ucapkan jazakumullah khairan.

NN, Surabaya

Wa’alaikumussalam wr wb Baca lebih lanjut