Yoghurt mengandung protein tinggi, menurunkan kadar kolestrol dan kalsium tinggi

Yoghurt mengandung protein tinggi, menurunkan kadar kolestrol dan kalsium tinggi

Salah satu rahasia panjang umur penduduk Kazakhstan, yaitu kebiasaan mereka meminum yoghurt.Yoghurt mengandung protein tinggi, menurunkan kadar kolestrol , dan mengandung kalsium dengan kadar tinggi . Minum segelas yoghurt akan menyuplai  700 mg kalsium atau dua kali kadar kalsium susu segar .

Kebutuhan kalsium orang dewasa sebanyak 800-1000 mg/hari/ Sementara, ibu hamil membutuhkan kalsium 20% lebih banyak dari orang dewasa yang tidak hamil.

Kadar kolestrol yang tinggi akan merusak pembuluh darah dan menggangu kerja jantung

Kadar kolestrol yang tinggi akan merusak pembuluh darah dan menggangu kerja jantung

Kadar kolestrol yang tinggi akan merusak pembuluh darah dan menggangu kerja jantung anda .Jika kadar kolestrol anda tinggi,lakukan koreksi secepatnya . Caranya, ambil 2 siung bawang putih,lalu kukus hingga 15 menit untuk menghilangkan baunya . kemudian makan bawang putih bersama sarapan pagi atau makan siang. Selain mengoreksi kadar kolestrol,bawang putih juga mencegah penggumpulan  darah dan mencegah serangan jantung. Selain itu juga Bisa dilakukan Pembekaman .

Ingin Konsultasi Masalah Kesehatan Anda?

Silahkan Datang ke RUMAH SEHAT AFIAT . Kontak, 021-7530085

COFFEE AND GALLSTONE DISEASE

COFFEE AND GALLSTONE DISEASE *(dr Muhammad Ali Toha Assegaf)

Coffee and Gallstone Disease dalam Bahasa Indonesia di terjemahkan artinya Kopi dan penyakit Batu empedu. Kandung empedu menyimpan cairan empedu, yang dilepaskan ke usus untuk mengemulsifikasi lemak dan mencernanya . sembilan puluh persen batu empedu adalah batu kolesterol, dan sisanya adalah kristal bilirubin .
Pasien batu empedu memberikan gejala nyeri perut hebat . akan tetapi 80 percent dari penderita batu empedu tidak menunjukkan gejala apa-apa, batu empedu sering kali ditemukan secara kebetulan dalam pemeriksaan USG, namun kadang-kadang bias pula ditemukanpada pemeriksaan X-Ray . Faktor risiko batu empedu adalah obesitas .

Dalam tiga penelitian cross sectional menggunakan pemeriksaan USG, menunjukkan tidak dapat ditemukan adanya hubungan antara batu empedu  dengan minum kopi pada populasi denmark (1), wanita hamil penduduk Irlandia(2), ataupun pendonor darah warga jerman(3). Meskipun dalam  penelitian keempat di USA tidak dapat menunjukkan hubungan yang signifikans antara minum kopi dengan batu empedu yang terdiagnosis  maupun yang tidak terdiagnosis, namun  hubungan terbalik ditemukan secara signifikans antara minum kopi dengan ditemukannya batu empedu  pada wanita, hal ini tidak ditemukan pada pria (4).    Penelitian case control berbasis hospital di Yunani (5) maupun di Italy (6), terbukti tidak dapat menunjukkan hubungan yang signifikans antara minum kopi dengan penyakit batu empedu . Sebaliknya penelitian di Italy skala besar population- based case- control study menunjukkan hubungan yang terbalik antara minum kopi dengan kasus batu empedu yang terdokumentasikan (7).

Dua dari tiga penelitian kohort prospektif menunjukkan adanya efek proteksi kopi terhadap kejadian batu empedu.
penelitian skala besar college alumni di USA tidak dapat menunjukkan hubungan yang signifikans antara minumkopi dengan  kasus penyakit empedu (8). Sebaliknya hasil penelitian the Health Professionals Follow-up Study pada 46,008 pria yang didiagnosis  maka para pria yang minum 4 cangkir atau lebih kopi setiap hari, 45% lebih sedikit kemungkinan terserang penyakit batu empedu (9).

Sama halnya adalah penelitian dari the Nurses Health Study pada 80,898 wanita, maka wanita yang sekurangnya minum 4 cangkir kopi  per hari mengalami risiko kolesistektomi 28% lebih sedikit dari yang tidak minum kopi (10). Hubungan ini secara statistic meyakinkan diantara kedua penelitian kohort tersebut .
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian kohort menunjukkan bahwa minum kopi melindungi pria maupun wanita dari  terkena batu empedu, meskipun tingkat perlindungan pada wanita lebih kecil daripada pria .Semoga artikel COFFEE AND GALLSTONE DISEASE  ( Kopi dan Penyakit Batu Empedu) yang disusun oleh dokter *Muhammad Ali Toha Assegaf, Praktisi Kedokteran Nabibermanfaat

References:
1. Jorgensen, T. et al. Gut, 30, 528-534, 1989.
2. Basso, L. et al. European Journal of Epidemiology, 8, 629-633, 1992.
3. Kratzer, W. et al. Scandinavian Journal of Gastroenterology, 32, 953-958, 1997.
4. Ruhl, C.E. and Everhart, J.E. American Journal of Epidemiology, 152, 1034-1038, 2000.
5. Pastides, H. et al. Archives of Internal Medicine, 150, 1409-1412, 1990.
6. La Vecchia, C. et al. International Journal of Epidemiology, 20, 209-215, 1991.
7. Misciagna, G. et al. European Journal of Gastroenterology and Hepatology, 8, 585-593, 1996.
8. Sahi, T. et al. American Journal of Epidemiology, 147, 644-651, 1998.
9. Leitzmann, M.F. et al. Journal of the American Medical Association, 281, 2106-2112, 1999.
10. Leitzmann, M.F. et al. Gastroenterology, 123, 1823-1830, 2002.