Keluhan saat puasa,badan lemah

Keluhan saat puasa,badan lemah

 

Seringkali ketika kita puasa merasakan beberapa keluhan, diantaranya adalah keluhan saat puasa,badan lemah. Umumnya,keluhan ini diakibatkan jumlah asupan sangat kurang atau lebih banyak mengkonsumsi karbohidrat, tetapi kurang protein, serat,dan kurang tidur atau justru terlalu babanyak tidur (kurang gerak) Solusinya, seimbangkan dan cukupkan komposisi makanan saat berbuka maupun sahur . Sediakan ekstra makanan untuk di makan setelah taraweh.pertahankan semangat selama puasa dengan meningkatkan ibadah wajib dan sunah. Meskipun berpuasa,tetap lakukan olah raga ringan menjelang berbuka . Penuhi pula kebutuhan tubuh untuk beristirahat , usahakan tidur 6,5 jam perhari.

 

 

Manfaat berpuasa, menghasilkan sel,organ,dan jaringan yang lebih sehat

Manfaat berpuasa, menghasilkan sel,organ,dan jaringan yang lebih sehat

Efiseinsi dalam pembentukan protein pada orang berpuasa menghasilkan sel,organ dan jaringan yang lebih sehat. itulah sebabnya hewan berhenti makan ketika mereka
terluka dan manusia sering kehilangan rasa lapar ketika sakit. Pada saat seseorang mengalami sakit, secara sadar, ia hendak mengalihkan seluruh energinya dari
sistem pencernaan dan memusatkannya ke sistem kekebalan.

Manfaat berpuasa,Proses penyembuhan yang di mulai dalam tubuh selama berpuasa

Manfaat berpuasa,Proses penyembuhan yang di mulai dalam tubuh selama berpuasa

Selama berpuasa,sistem pencernaan diistirahatkan sehingga energi yang di butuhkan untuk aktivitas pencernaan dapat digunakan untuk memperbaiki metabolisme dan sistem kekebalan.
proses penyembuhan selama berpuasa di percepatdengan pencarian sumber energidalam tubuh.

Puasa juga berfungsi sebagai operator dalam eksekusi sel-sel rusak dan lemah dalam tubuh. Rasa lapar orang berpuasa dapat mengerakan organ-organ internal tubuh untuk menghancurkan sel-sel yang rusak
atau lemah tadi,mengkomsumsi bahan bermanfaat dari sel-sel yang telah di hancurkan, dan membuang bahan berbahaya yang terikat dalam sel tersebut. Proses inidisebut autolisis. Proses ini merupakan kesempatan yang baik
bagi tubuh untuk mengganti sel-sel yang lemah tadi dengan sel sel baru sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas.

Manfaat berpuasa Mengurangi resiko stroke

Manfaat berpuasa Mengurangi resiko stroke

Puasa dapat memperbaiki kolestrol darah. Kadar kolestrol darah yang tinggi dalam jangka panjang akan menyumbat saluran pembuluh darah dalam bentuk aterosklerosis – pengapuran atau pengerasan pembuluh darah . Jika terjadi di otak,akan meyebabkan stroke dan jika terjadi daerah jantung ,dapat meyebabkan serangan jantung. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa puasa dapat meningkatkan kolestrol darah HDL (kolestrol yang baik) sebanyak 25 poin dan menurunkan lemak trigliserida sekitar 20 poin. Lemak trigliserida merupakan bahan pembentuk kolestrol LDL yang merusak kesehatan.

Manfaat berpuasa membebaskan tubuh dari racun-racun berbahaya

Manfaat berpuasa membebaskan tubuh dari racun-racun berbahaya

 

Salah satu manfaat berpuasa adalah, membebaskan tubuh dari racun-racun berbahaya.Lever bertugas mengubah lemak menjadi keton,senyawa metabolik asam asetoasetik, dan asam betahdirok-sibutirik. Kemudian,keton didistribusikan ke seluruh tubuh melalui aliran darah. ketika penghancuran deposit lemak terjadi, asam lemak bebas di lepaskan ke dalam aliran darah dan digunakan  sebagai energi.

Semakin sedikit seseorang makan, semakin banyak tubuh mengubah simpanan lemak. Dengan demikian, semakin bahan kimia berbahaya yang dilepaskan dan di buang . Hal ini terjadi karena zat-zat beracun,pada umumnya, diikat dalam deposit lemak.

Berbekam saat berpuasa

Berbekam saat berpuasa

Ada beberapa pendapat tentang berbekam saat puasa.Dibawah ini pendapat-pendapat tentang Berbekam saat puasa.diantaranya :

Imam Bukhori membuat bab di dalam kitab Shohih-nya bab Al-Hijamah wa ‘I-Qoy’ li ‘Sho’im (berbekam dan muntah Ketika Berpuasa) .Bukhori tidak mengatakan bagaimana hukumnya, akan tetapi meyebutkan beberapa atsar yang terkesan  Seakan-akan ia berpendapat bahwa bekam dan muntah tidak meyebabkan batalnya puasa .Karena itu ,ia mengeringi hadits yang meyebutkan ,”orang yang membekam dan yang dibekam batal puasanya “, dengan hadis ,bahwa Nabi SAW berbekam ketika beliau berpuasa.” Para ulama salaf berbeda salaf berbeda pendapat mengenai permasalahan ini.

Imam Bukhori berkata dalam shohihnya ,”Ibnu Abbas berkata ,’Batalnya  puasa disebabkan sesuatu yang masuk , bukan sesuatu yang keluar .’ Ibmnu Umar ra juga biasa berbekam ketika berpuasa ,kemudian ia meninggalkan kebiasaan ini ,selanjutnya ia berbekam di malam hari .Abu musa juga berbekam di dalam hari .Di sebutkan dari sa’d ,Zaid bin arqom dan Ummu Salamah bahwa mereka berbekam pada saat berpuasa .Bukair berkata dari Ummu Alqomah ,”Dulu kami berbekam di hadapan Aisyah , kami tidak dilarang .” Diriwayatkan dari hasan dari beberapa perowi secara marfu ‘,’Orang yang membekam dan dibekam ,batal puasanya .’Iyasy pernah berkata kepada Saya ,”Abdul  A’la pernah bercerita kepada kami ,Yunus pernah berkata kepada kami ,dari hasan ,seperti itu.Ia ditanya ,Ucapan itu dari nabi SAW ?ia menjawab ,’ ya.” kemudian ia berkata , Wallohu a’lam

Ibnu Mundzir berkata ,” Salah satu yang membolehkan berbekam pada saat puasa anas ,Abu Said Husai bin Ali dan banyak ulama lain dari kalangan sahabat  dan tabi’in”

Ibnu Hazm berkata,” Hadits ,orang yang membekam dan dibekam , batal puasanya ‘,,adalah shohih , tidak diragukan lagi .Akan tetapi, kami juga menemukan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Said ,” Nabi SAW memberikan rukshoh berbekam bagi orang yang berpuasa “, dan isnadnya . Maka hadits inipun harus diikuti , karena rukhsoh itu diberikan selalu setelah adanya ketentuan yang ketat. Ini menunjukan bahwa hukum batalnya puasa karena berbekam telah dihapuskan (mansukh) , baik bagi yang membekam maupun yang dibekam .” sampai disini pernyataan Ibnu
Hazm

Semoga artikel tentang Berbekam saat puasa ini bermanfaat .Amien

Puasa Untuk Kesehatan dan Pengobatan

Puasa Untuk Kesehatan dan Pengobatan

Lanjutan Artikel Puasa Untuk Kesehatan dan Pengobatan

Dalam penelitian yang kami lakukan melalui Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Pengembangan Kesehatan Islami (LP3KI) pada periode puasa ramadhan 1427 H/ 2006, disimpulkan terjadi peningkatan enzym Superoxyde Dismutase (SOD) secara bermakna pada H50 dan pada para sukarelawan yang menjalani puasa yang disertai sholat tahajjud rutin. Dalam penelitian ini sampel terlalu kecil yaitu 15 orang, dengan variabilitas responden sangat luas, penelitian dilakukan tanpa ada intervensi apapun.

Puasa, bagi orang sehat, juga akan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes tipe 2. Mekanismenya adalah pengurangan konsumsi kalori secara fisiologis akan mengurangi sekresi hormon insulin dan menurunkan kadar gula darah. Hal Ini akan meningkatkan sensitivitas hormon insulin dalam menormalkan kadar gula darah. Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe –2, yang disebabkan menurunnya potensi hormon insulin dalam mengontrol gula darah.

Manfaat puasa berikutnya adalah proses penyembuhan, yang dimulai dalam tubuh selama berpuasa. Selama berpuasa, sistem pencernaan diistirahatkan sehingga energi yang dibutuhkan untuk aktivitas pencernaan dapat digunakan untuk memperbaiki metabolisme dan sistem kekebalan tubuh. Proses penyembuhan selama berpuasa dipercepat dengan pencarian sumber energi baru dalam tubuh. Puasa juga berfungsi sebagai operator dalam eksekusi sel-sel rusak dan lemah dalam tubuh. Rasa lapar orang berpuasa dapat menggerakkan organ-organ internal tubuh untuk menghancurkan sel-sel yang rusak atau lemah tadi, mengkonsumsi bahan bermanfaat dari sel-sel yang telah dihancurkan dan membuang bahan berbahaya yang terikat dalam sel tersebut. Proses ini disebut autolisis. Proses ini merupakan kesempatan yang baik bagi tubuh untuk mengganti sel-sel yang lemah tadi dengan sel-sel baru, sehingga bisa kembali berfungsi dan beraktivitas.

Puasa juga berfungsi menjaga badan dari berbagai penambahan zat-zat berbahaya, seperti kelebihan kalsium, kelebihan protein, dan kelebihan lemak. Serta bisa pula mencegah terjadinya tumor pada stadium awal. Para ahli menemukan bahwa pertumbuhan sesuatu yang tidak normal dalam tubuh, seperti tumor dan sejenisnya, yang tidak mendapat dukungan penuh suplai makanan dalam tubuh lebih rentan terhadap autolisis. Pada orang berpuasa pembentukan protein sel menjadi lebih efisien, kesalahan coding lebih jarang terjadi, hal ini karena kontrol genetik DNA/RNA, yang berperan dalam proses ini.

Efisiensi dalam pembentukan protein pada orang berpuasa menghasilkan sel, organ dan jaringan yang lebih sehat. Itulah sebabnya mengapa hewan berhenti makan ketika mereka terluka, dan mengapa manusia sering kali kehilangan rasa lapar ketika sakit. Pada saat seseorang mengalami sakit, maka ia secara sadar berkehendak mengalihkan seluruh energinya dari sistem pencernaan dan memusatkannya ke sistem kekebalan.

Penelitian menemukan juga bahwa puasa mencegah gout arthritis (radang sendi) akibat kelebihan asam urat yang umumnya disebabkan seseorang sering mengkonsumsi daging. Karena tubuh tidak mengurai seluruh jenis protein dalam daging, maka ini menyebabkan tubuh kelebihan purine yang penumpukannya terfokus terutama pada sendi-sendi besar, khususnya pada persendian jari-jari kaki. Saat persendian terkena gout arthritis maka jari-jari kaki akan bengkak, merah, dengan disertai nyeri hebat. Terkadang kadar asam urat yang tinggi dalam darah masuk dan mengendap di dalam  ginjal, dan akhirnya mengkristal menjadi batu ginjal maupun saluran kencing. Mengurangi porsi makan merupakan jalan utama bagi kesembuhan dari penyakit sangat berbahaya ini.

Pasien dengan tekanan darah tinggi ringan sampai sedang apalagi yang disertai kelebihan berat badan dianjurkan untuk berpuasa, karena puasa dapat membantu menurunkan tekanan darah. Bagi mereka yang minum obat, haruslah berkonsultasi dengan dokter/tabib untuk penyesuaian dosis obatnya. Bagi mereka yang mengidap hipertensi berat atau sakit jantung diharapkan tidak berpuasa sama sekali.

Manfaat puasa yang paling tampak jelas adalah rejuvenasi yaitu peremajaan kulit dan organ tubuh, serta perpanjangan harapan hidup. Metabolisme lebih rendah, produksi protein lebih efisien, meningkatnya sistem kekebalan, dan perbaikan produksi hormon, berkontribusi terhadap kesehatan secara umum. Keseimbangan hormon dapat mencegah penuaan dan membuat orang awet muda.

Puasa sangat baik dalam menstabilkan kadar gula darah. Hal ini karena puasa memberikan kesempatan kepada kelenjar pankreas untuk beristirahat, sehingga terjadilah revitalisasi. Pankreas mengeluarkan insulin yang menetralkan gula menjadi zat tepung dan lemak. Apabila konsumsi makanan berlebihan, maka pankreas akan bekerja keras sehingga mengalami tekanan dan melemah. Insulin menjadi kurang potensial dan akhirnya pankreas tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik, akibatnya kadar gula darah akan meningkat sehingga akhirnya muncul penyakit diabetes mellitus.

Pengobatan diabetes dengan puasa telah memberi hasil menakjubkan dengan tanpa menggunakan satupun obat-obatan kimia. Akan tetapi pasien diabetes yang melakukan puasa harus diawasi dengan ketat, untuk menjaga kemungkinan adanya komplikasi dari puasa maupun pengendalian nutrisi yang benar . Komplikasi yang sering terjadi adalah hipoglikemia atau diabetik ketoasidosis.

Nabi Muhammad SAW bersabda : ”Puasa adalah tameng”. (H.R.Bukhari) .    Beberapa manfaat puasa yang menunjukkan puasa adalah tameng sbb. :

a.    Puasa adalah tameng dari penyalah gunaan nafsu, sebagaimana     Rasulullah SAW     memerintahkan bagi orang yang belum kawin dan mempunyai kesulitan menahan nafsunya, agar mereka berpuasa.
b.    Tameng dari penyakit yang disebabkan radikal bebas. Sebagaimana dijelaskan diatas tersendiri .
c.    Tameng dari penyakit yang disebabkan tidak terjaganya perut secara baik.
d.    Tameng dari gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh tekanan-    tekanan mental yang mengganggu keseimbangan hormonal secara umum.

Oleh karena itulah Allah SWT berfirman : ”Dan berpuasa itu lebih baik bagi kamu, apabila engkau mengetahui” (Q.S Al-Baqoroh : 184). Pada saat turunnya ayat ini orang mengimani dan belakangan ini manusia modern tersadarkan tentang manfaat puasa bagi kesehatan baik kesehatan fisik, jiwa, sosial maupun spiritual.
Berbagai penelitian ilmiah membuktikan bahwa ketika seseorang berpuasa, maka terjadilah proses-proses sebagai berikut :

4.1    Detoksifikasi

Detoksifikasi adalah argumen paling banyak dibicarakan dalam kaitan manfaat     berpuasa. Detoksifikasi adalah proses normal tubuh mengeliminasi atau     memurnikan racun melalui kolon, ginjal, paru-paru, kelenjar limpa dan kulit. Proses ini dipercepat dengan berpuasa, karena ketika makanan tidak lagi memasuki tubuh, maka tubuh akan mengubah simpanan lemak menjadi energi. Nilai lemak pada manusia adalah 3.500 kalori per pon. Suatu nilai yang cukup untuk     memberikan energi bagi aktivitas sehari-hari.

Simpanan lemak terjadi karena glukosa dan karbohidrat tidak digunakan sebagai sumber energi, untuk pertumbuhan, dan tidak diekskresikan. Saat simpanan lemak     digunakan untuk energi selama berpuasa, proses ini diikuti  pelepasan zat kimia berasal dari asam lemak ke dalam sistem yang kemudian dieliminasi melalui organ-organ pembuangan. Zat kimia berbahaya seperti DDT dan bahan kimia berbahaya lain umumnya disimpan dalam deposit lemak, yang akan dilepaskan bersama dengan pelepasan asam lemak tersebut diatas. Pengujian feses, urin dan keringat pada orang berpuasa telah menemukan DDT di setiap spesimen tersebut. Oleh karena itulah pada hari-hari pertama orang berpuasa, tubuhnya menjadi panas karena terjadi penggerusan terhadap sel lemak, sel hati yang tidak vital dan toksin. Saat terjadi pelepasan toksin, jika hebat akan muncul panas, muntah, diare, banyak kencing, dan sakit kepala. Akan tetapi sayang, biasanya orang puasa yang     merasakan hal-hal seperti ini malah membatalkan puasanya. Padahal     seharusnya puasa terus dilanjutkan agar proses detoksifikasi dapat diselesaikan.     Kita tidak perlu khawatir akan menderita penyakit akibat berpuasa, karena puasa itu tidak mungkin menyebabkan seseorang menderita penyakit-penyakit tertentu.

4.2    Pembentukan sel-sel sehat lebih cepat, khususnya sel hati dan ginjal. Hal ini karena sel-sel yang rusak telah dimusnahkan melalui proses autolisis.

4.3   Puasa meningkatkan kadar Human Growth Hormone (HGH) yaitu hormon yang saat ini di AS sedang ramai dibicarakan yang bermanfaat membuat seseorang menjadi awet muda, atau orang menjadi kembali muda . Penelitian Dr. Ronald Klatz, President, Academy of Anti-Aging Medicine telah membuktikan hal ini .

4.4    Terjadi revitalisasi kelenjar-kelenjar pencernaan, karena pencernaan telah diistirahatkan dari pekerjaan berat yang biasa dilakukannya.

Meskipun demikian ada orang-orang tertentu yang apabila berpuasa akan memperburuk kesehatannya, yaitu :
g.    Orang dengan status gizi buruk
h.    Penderita kencing manis dengan riwayat penurunan gula darah drastis dalam 2 periode puasa, atau kencing manis dengan kadar gula darah lebih dari 300     mg/dl, atau penderita kencing manis yang menggunakan terapi insulin injeksi dengan frekwensi penyuntikan lebih dari dua kali per hari.
i.    Orang yang baru sembuh dari sakit dan sedang dalam proses pemulihan. Puasa bagi mereka bisa dilakukan dibawah pengawasan dokter/tabib yang mahir.
j.    Penderita penyakit infeksi kronis, penderita kanker dengan penurunan kondisi umum, penderita anemia berat, penderita gangguan penyerapan/malabsorpsi
k.    Penderita gagal ginjal
l.    Penyakit lain yang mengutamakan asupan gizi sebagai cara     penyembuhannya yang utama.
Semua penyakit-penyakit diatas sebenarnya dapat dibantu penyembuhannya dengan berpuasa, akan tetapi proses puasanya dilakukan bertahap dan dibawah pengawasan dokter/thabib yang mahir. Oleh karena itu, bagi mereka yang menderita penyakit yang tidak diperbolehkan baginya berpuasa, hendaknya berobat kepada dokter/tabib mahir agar dapat segera tertolong sehingga dapat mereguk kenikmatan berpuasa.

Artikel yang berjudul Puasa Untuk Kesehatan dan Pengobatan ini dilanjutkan pada postingan selanjutnya.

Artikel Terkait:

Puasa Untuk Kesehatan dan Pengobatan