Tanya Jawab mengenai Nyeri Haid Setelah Menikah Bersama dokter Mohammad Ali toha Assegaf

Tanya Jawab mengenai Nyeri Haid Setelah Menikah Bersama dokter Mohammad Ali toha Assegaf

Pertanyaan :

Assalamualaikum wr.wb.

Bapak Dokter Yth. Saya adalah seorang pembaca majalah Sabili, tidak terlewat selalu membaca Rubrik Sehat Islami. Keluhan saya selama lebih dari 10 tahun berumah tangga, belum punya anak. Sejak saya menikah, saat haid selalu sakit sekali, padahal ketika saya gadis tidak pernah nyeri haid. Dua tahun belakangan ini, jika berhubungan intim, sering berdarah. Apakah ketiga masalah ini saling berhubungan, pak? Usia saya 32 tahun. Atas jawabannya saya ucapkan terima kasih.

Wassalam
Red-no
Tasikmalaya

Jawaban :
Wa’alaikumsalam wr.wb.

Segala puji semata bagi Allah SWT. Shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi besar Muhammad saw. Semoga kedamaian Allah limpahkan atas orang-orang yng mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Amin ya robbal ‘alamin. Ada 3 keluhan yang bisa berhubungan dan bisa tidak.

Pertama, yang terpenting menurut saya adalah nyeri haid yang sudah berlangsung selama 10 tahun yang tentunya menambah stress bagi ibu setiap menjelang haid dan stress itu tentu juga lebih memperparah nyerinya. Nyeri haid adalah Kram, nyeri dan ketidaknyamanan lainnya yang dihubungkan dengan menstruasi. Dalam kedokteran modern ada 2 macam yaitu dismenore primer yang penyebabnya belum diketahui pasti dan dismenore sekunder yang penyebabnya karena adanya gangguan pada alat-alat reproduksi. Wanita yang tidak berovulasi cenderung untuk tidak menderita kram menstruasi; hal ini sering terjadi pada mereka yang baru saja mulai menstruasi atau mereka yang menggunakan pil KB. Namun biasanya kelahiran bayi sering mengubah gejala-gejala dismenore menjadi lebih baik.

Dalam kedokteran tradisional nyeri haid dihubungkan dengan gangguan keseimbangan berupa tidak lancarnya aliran darah (ada sumbatan chi) pada alat reproduksi . Jika melihat ibu kesulitan punya anak dan sekaligus adanya nyeri haidh maka perlu ada upaya melancarkan aliran chi disekitar rahim. Dahulu para dokter mengatakan bahwa penyebab dismenore adalah meningkatnya kadar prostaglandin, namun penelitian tidak meyakini hal ini, faktor psikologis bisa mempengaruhi terjadinya dismenore, faktor-faktor lain, termasuk perbedaan anatomi, kecenderungan genetik, juga dapat memainkan peran sebagai pencetus dismenore. Adapun dismenore sekunder bisa disebabkan endometriosis (pertumbuhan jaringan lapisan rahim di tempat lain dalam ruang panggul), tumor, dan atau infeksi pelvis adapun penanganan dismenore adalah sbb.:

–    Lakukan kompres hangat pada perut bawah dan atau pinggul.

–    Buat ramuan yang terdiri dari asam jawa matang sebesar telur puyuh ditambah ½ jari temulawak diiris tipis ditambah gula merah secukupnya, dimasak dengan 1 gelas air hingga tinggal separuhnya kemudian diminum setiap hari sejak 1 pekan menjelang haidh .

–    Perlu dilakukan terapi akupunktur untuk meningkatkan hasil yang lebih baik .

–    Olah raga dapat meringankan sakit, begitu pula orgasme bisa mengurangi ketegangan otot pinggul dan mengurangi nyeri. Pengamatan juga menunjukkan bahwa gerakan shalat memberikan efek peregangan pada perut dan diyakini bisa mengurangi kesakitan dan kekambuhan.

–    Melakukan kesibukan-kesibukan yang mengandung unsure rekreasi seperti mendengarkan music, dan membaca buku juga dapat mengurangi nyeri dan mengurangi kekambuhan dismenore

Kedua, Mengenai belum ada anak ini berarti ada infertilitas primeir, adapun penanggulangannya adalah:

–    ¼ sendok teh bubuk kayu manis + 1 sendok makan madu, dicampur, lalu dikulum beberapa saat, baru ditelan . campuran ini untuk memperkuat rahim .

–    Perlu dilakukan beberapa pemeriksaan untuk melihat adanya kemungkinan lain

Ketiga, Masalahnya adalah perdarahan setelah melakukan hubungan badan, ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :

–    Infeksi pada vagina dan atau leher rahim, ini bisa dicoba diatasi dengan membuat rebusan 5 lembar daun sirih ukuran sedang direbus dalam 1 liter air sampai air tinggal ½ liter, dipakai untuk bilas vagina setiap sore hari .

–    gejala tumor pada vagina atau leher rahim untuk yang ini biasanya perdarahan berlanjut sampai beberapa hari setelah senggama, dan disertai bau busuk yang sewaktu-waktu keluar dari vagina, pengobatannya adalah harus dibawah pengawasan dokter ahli kanker .

–    kemungkinan lain: foreplay yang kurang sempurna, posisi yang kurang pas, atau mungkin hubungan suami-isteri berlangsung terlalu hot, dll.

Demikianlah jawaban saya, semoga cukup memuaskan, dan saya berdoa agar ibu dan suami diberikan berkah dan rahmat dari Allah SWT, amin

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Sumber : http://www.sabili.co.id/tibbun-nabawi/nyeri-haid-setelah-menikah