SERBA SERBI TENTANG RUQYAH ::

SERBA SERBI TENTANG RUQYAH ::


Begitu banyak pemahaman yang kurang tepat tentang ruqyah sehingga sekarang ruqyah menjadi trend yang jika tidak dikoreksi pemahamannya saya khawatir ruqyah menjadi komoditas bagi sebagian orang dan bukan menjadi sarana ibadah.

Ruqyah adalah do’a-do’a atau jampi-jampi untuk mengobati penyakit yang diakibatkan gangguan mahluk yang tampak ataupun yang tidak tampak, dan mengatasi penyakit akibat ‘ain maupun sihir. Ruqyah ini sudah menjadi tradisi bangsa Arab sejak sebelum Islam namun tentunya mereka menggunakan mantera,jimat maupun cara-cara jahiliyyah.

Kebiasaan jahiliyyah ini masih tetap ada sampai sekarang dan berlangsung dibeberapa tempat termasuk di Arab sendiri, sehingga kita jangan tertipu dengan menggunakan metode ini hanya karena kita merasa bahwa doanya dalam bahasa arab.

Tidak semua yang datang dari arab itu sesuai ajaran Islam, meskipun para ulama’ sudah menghimbau tetap saja masih ada orang-orang yang melakukan cara-cara ruqyah yang tidak sesuai ajaran Islam. Pada prinsipnya hukum ruqyah adalah mubah selama tidak ada unsur kesyirikan di dalamnya. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak mengapa ruqyah selama tidak mengandung unsur syirik.”. Beliau juga bersabda: “Barangsiapa diantara kamu yang bisa memberikan manfaat untuk saudaranya hendaklah dia melakukannya.”. termasuk disini adalah mendoakan/meruqyah. Apa maksud ruqyah itu perlu saya jelaskan karena banyak yang menyangka ruqyah itu hanya untuk mengeluarkan jin, ada juga yang menyangsikan manfaat ruqyah dan bahkan ada yang menganggap bahwa ruqyah hanya bisa dilakukan oleh orang tertentu yang dianggap manusia terpilih, saya tidak sepenuhnya sependapat dengan ungkapan ini.

Di zaman yang sudah sangat maju ini pengobatan dengan do’a masih merupakan ikhtiar yang penting dan bisa dilakukan oleh orang-orang yang mau mengamalkannya dengan tulus, karena terkabulnya doa bukan tergantung pakaian atau penampilan kita melainkan sangat tergantung ketulusan kita sebagai hamba Allah. Oleh karena tingginya trend berruqyah maka tidak sedikit pasien yang datang ke klinik saya khusus minta diruqyah. Saya ingin sampaikan bahwa hukum meminta diruqyah adalah makruh, tidak berdosa tetapi tidak disukai dan jika ditinggalkan mendapat pahala.

dalam sebuah haditsnya Rasulullah SAW mengingatkan bahwa ada tujuh puluh ribu ummat Nabi Muhammad –SAW yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab, dan orang yang meminta diruqyah tidak masuk didalamnya, karena orang yang meminta diruqyah kurang pasrah kepada Allah dan ada ketergantungan dengan selain Allah.


Ruqyah syar’iyyah ditandai oleh beberapa hal:

1. Do’a yang dipakai bersumber dari Al-Qur’an dan petunjuk Rasulullah SAW.
2. Harus menggunakan bahasa Arab yang jelas maknanya dan tidak mengandung unsur yang dapat mendekatkan kita kepada syirik.
3. Peruqyah dan pasiennya harus meyakini bahwa ruqyah tersebut berpengaruh karena pertolongan Allah.

Banyak orangtua yang mengeluhkan anaknya kemudian minta diruqyah jangan kita tergesa-gesa hendak meruqyahnya karena seringkali para remaja menentang nasihat dari orang tua lebih karena sikap orang tua yang kurang tepat, yaitu dia pernah berbohong kepada anak, atau bisa juga karena orang tua tidak bisa menjadi model yang baik bagi anak, apalagi jika orang tua tidak melakukan hal-hal yang diharapkan dilakukan oleh anaknya. Jika kita bisa menyelaraskan antara apa yang kita katakan dengan perbuatan kita dan dengan apa yang ada dalam hati kita maka rasanya nasihat akan diikuti oleh anak kita atau setidaknya dipertimbangkan sehingga jika pada kali pertama kita nasihatkan mereka tidak mau mengerjakan maka pada kali lain dia akan mau melakukannya. Makanya ada 6 langkah jika kita ingin nasihat dilaksanakan oleh anak, yaitu:

1. Konsisten mencontohkan apa yang kita harapkan dari anak kita
2. Do’akan terus-menerus agar Allah memberi hidayah kepada anak kita
3. Padatkan nasihat kepada anak, jangan terlalu panjang dalam menyampaikan kata-kata, hormatilah anak kita.
4. Sisihkan cukup waktu untuk bercengkerama secara bebas, jangan memberi kesan bahwa kita hanya berbicara kepada mereka dalam konteks nasihat saja. Bicaralah juga tentang sepakbola, tentang apa saja yang menarik bagi anak kita namun juga baik menurut kita.
5. Ajaklah berbuat hal-hal yang baik dengan mencontohkan terlebih dahulu, kemudian menyampaikan dan menunggu sampai dia mau melakukannya, jangan anda harapkan anak akan langsung mengerjakan apa-apa yang anda harapkan.
6. Jadilah orangtua yang ramah dan selalu bahagia bersama mereka, jangan bersikap menjemukan.

Jika enam langkah kita lakukan maka insya Allah perubahan akan segera terjadi karena anak remaja ingin diberi tanggung jawab bukan sekedar diarahkan saja, mereka juga ingin diberi kesempatan berimprovisasi. Jika cara-cara diatas tidak memberi hasil maka ruqyah mungkin perlu dilakukan, silakan berkonsultasi kepada para peruqyah yang sudah dikenal luas oleh masyarakat, wassalamu’alaikum wr.wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s