KESEHATAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

KESEHATAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN
oleh: dr. Mohammad Ali Toha Assegaf

Hiruk pikuk persiapan pemilihan capres dan cawapres membuat semua kita sibuk menyaksikan penampilan para calon yang makin dekat tenggat waktu makin semarak. Kita terobsesi melihat tingkah polah para calon yang meningkatkan citranya dengan berbagai cara agar banyak diliput media. Yang menduduki peringkat tertinggi dalam pencitraan ini adalah yang paling sering diliput media. Ada satu hal penting yang luput dari perhatian kita bahwa presiden dan wakil presiden itu harus sehat. Jika mereka tidak sehat maka keputusan-keputusan yang diambilnya bisa jadi tidak tepat dan bahkan bisa merugikan kepentingan bangsa. Saya mencoba menganalisa kesehatan seperti apa sebenarnya yang dibutuhkan jika seseorang menjadi presiden.
A. Fisik :
Banyak test laboratorium dipakai namun yang saya ungkap ini adalah titik yang jarang mendapat perhatian.
1. Berat badan mencukupi:
Caranya harus dihitung dengan rumus : Berat badan dibagi (tinggi badan)2
Contoh seorang pria BB: 70 kg, TB: 170, maka BMI = 70: (1,70)2 , adalah 24,22, ini berarti ada dalam range antara 23-27 berarti yang bersangkutan masuk kategori kegemukan

Kategori BMI untuk Laki-laki
Nilai BMI Kategori
< 17 Kurus
17 – 23 Normal
23 – 27 Kegemukan
> 27 Obesitas

Kategori BMI untuk Perempuan
Nilai BMI Kategori
< 18 Kurus
18 – 25 Normal
25 – 27 Kegemukan
> 27 Obesitas

Sumber : Departemen Kesehatan RI
Seorang Presiden atau Wakil Presiden yang kegemukan mempunyai risiko menderita penyakit metabolik. Demikian pula tubuh yang terlalu kurus menandakan daya tahan tubuh yang rendah terutama dalam beradaptasi perubahan musim dan cuaca, serta perbedaan iklim ketika Presiden atau wakil Presiden berkunjung ke negara dengan kecenderungan iklim berbeda dengan Indonesia.

2. Kadar Hemoglobin
Seorang Presiden atau wakil Presiden yang menderita anemia akan memiliki kemampuan kerja yang rendah. Anemia adalah keadaan kadar hemoglobin kurang dari nilai normal, orang awam menyebutnya kurang darah.

3. Kapasitas aerobik
Seorang presiden harus memiliki kapasitas aerobik yang tinggi karena tugas-tugas kenegaraan yang padat termasuk dalam menjaga kepentingan negara dalam bernegosiasi dengan negara lain dibutuhkan kesehatan yang baik. Sehingga Presiden tidak hanya sekedar hadir dalam berbagai pertemuan namun juga disertai kecerdasan, kewaspadaan dan kecermatan yang tinggi. Ini tidak bisa dilakukan jika sang kepala negara mempunyai kapasitas aerobik yang rendah. Cara mengukur kapasitas aerobik adalah dengan menghitung VO2Max, yaitu mengukur volume maksimal O2 yang diproses oleh tubuh manusia pada saat melakukan kegiatan yang intensif, dinyatakan dalam liter per menit atau milliliter/menit/kg berat badan.
Tingkat Kebugaran dapat diukur dari volume Anda dalam mengkonsumsi oksigen saat latihan pada volume dan kapasitas maksimum.
Kapasitas aerobik menunjukkan kapasitas maksimal oksigen yang dipergunakan oleh tubuh (VO2Max) semakin banyak oksigen yang diserap oleh tubuh menunjukkan semakin baik kinerja otot. VO2Max diukur dalam banyaknya oksigen dalam liter per menit (l/min) atau banyaknya oksigen dalam mililiter per berat badan dalam kilogram per menit (ml/kg/min). Tentu, semakin tinggi VO2 max berarti seseorang akan makin tinggi daya tahan dan staminanya.
Cara mengukur VO2 max dengan melakukan aktivitas lari, bersepeda, mendayung. Cara yang paling umum dilakukan dengan lari di Treadmill, yang bisa diatur kecepatan dari sudut inklinasinya. Lamanya tes harus menjamin terjadinya kerja jantung maksimal. Umumnya berlangsung 6 sampai 12 menit. Pengukuran kapasitas aerobik ini sudah bisa dilakukan dengan menggunakan alat modern dan sudah ada di Indonesia.
Seorang Presiden atau wakil Presiden harus memiliki kapasitas aerobik yang tinggi.
4. Presiden tidak boleh memiliki penyakit metabolik ataupun penyakit kronis yang bisa mengganggu kinerjanya, apalagi penyakit metabolik itu dialami sudah lebih dari 5 tahun.
5. Perlu ada pemeriksaan kecenderungan menderita epilepsi karena sebagian penderita epilepsi, tidak menunjukkan gejala/tanda yang jelas
6. Presiden tidak boleh buta warna
7. Pemeriksaan lain yang sudah sering dilakukan kepada calon Presiden maupun wakil Presiden.

B. Jiwa
Presiden harus menjalani Test Potensi Akademik, menjalani test kecenderungan psikopat, test kemampuan berfikir dan bertindak cepat dalam situasi tertekan dan kemampuan mengendalikan stress.

C. Sosial
Presien dan wakil Presiden harus pula diperiksa riwayat interaksi sosialnya dan perjalanan hidupnya terutama berhubungan adanya kejadian-kejadian traumatis dimasa-masa perkembangan jiwanya yang berhubungan dengan interaksi sosialnya. Presiden dan wakil Presiden harus memiliki kecerdasan sosial (social inteligence) yang tinggi, agar dalam melaksanakan tugasnya beliau menjalankan fungsi melayani kepada rakyat dan bukan dilayani.

D. Spiritual
Presiden dan wakil Presiden harus memiliki kecerdasan spiritual (spiritual inteligence) yang baik yang ditandai dengan sikap selalu menyertakan nilai-nilai keberagamaan secara universal dan bersikap inklusif serta melindungi kepentingan seluruh lapisan baik mayoritas maupun minoritas.

E. Dan lain-lain

Masyarakat harus disadarkan bahwa menjadi Presiden dan juga wakil Presiden Republik Indonesia bukan perkara mudah, tidak cukup hanya popularitas tapi perlu ada rekam jejak yang jelas, karena kita akan menyerahkan negara dengan nilai aset 6000 Trilyun, dengan kekayaan sumberdaya alam yang luar biasa sehingga dikatakan dengan pengelolaan yang baik Indonesia akan menjadi super power pada tahun 2030. Presiden juga mengelola anggaran negara lebih dari 2000 Trilyun per tahun, oleh karena itu berhati-hatilah dalam memilih karena sungguh ini tidak mudah. Banyak kepentingan diri dan kelompok ikut campur disini, ditambah perilaku alat negara yang belum sepenuhnya mendukung kepentingan rakyat. Demikian semoga bermanfaat.

3 thoughts on “KESEHATAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN

  1. setuju dengan penjelasan diatas. sebab yg diurus banyak banget, jika ga sehat jasmani dna rohani bgmn menghadapinya? masalah internal saja bisa bikin “muntah” darah…. istilahnya

  2. Itulah enaknya jadi orang dengan kursi termahal, semua di urusin punya asisten dalam berbagai hal, termasuk kesehatan punya tim kesehatan tersendiri juga..
    tapi ya itu juga kayk yg dibilangi sama @martha Andival itu, banyak banget yg di urusi segitu luasnya negara itu, segitu juga pemikirannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s