Tanya jawab mengenai Chikungunya

Tanya jawab mengenai Chikungunya

Assalamu’alaikum Wr Wb

Dr Ali yang saya hormati, saya adalah pria 42 tahun kira-kira 2 bulan yang lalu saya sakit panas, badan dan sendi ngilu-ngilu. Dokter mengatakan, saya menderita chikungunya sehingga harus dirawat. Setelah dirawat satu minggu, saya dinyatakan sembuh dan dibo-lehkan pulang. Tapi, saya berobat jalan. Penasarannya, kenapa sampai hari ini saya masih merasa badan lemah mudah capek dan sendi masih ngilu-ngilu. Sampai sekarang saya masih minum obat untuk menghilangkan nyeri pada sendi-sendi tersebut. Sampai kapan saya bisa sembuh total? Saya takut minum obat kimia karena akan menyebabkan efek samping. Atas jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih.

-Sujana, Bandung

***

Wa’alaikumussalam Wr Wb

Bapak Sujana yang dimuliakan Allah, kita memang sering kali diuji dengan berbagai hal, mulai dari yang paling mudah sampai yang kompleks. Tapi percayalah bahwa Allah tidak akan memberi beban kepada kita kecuali sebatas kemampuan kita, dan la akan
terus memberikan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kesabaran dan keuletan kita. Semoga Bapak diberikan hikmah dari ujian yang dialami.

Chikungunya berasal dari bahasa swahili/tanzania yang berarti membung-kuk, ini mengacu pada postur penderita yang membungkukkan badan akibat menahan nyeri sendi hebat ( arthralgia ). Nyeri sendi ini terutama terjadi pada lutut, pergelangan kaki serta persendian tangan dan kaki. Virus yang menyebabkan demam chikungunya termasuk keluarga togaviridae, genus alphavirus, dan ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti, yang dikenal sebagai nyamuk pembawa virus demam berdarah, virus ini ditemukan pertama kali tahun 1952 di Tanzania.

Gejala demam chikungunya mirip dengan demam berdarah dengue, yaitu demam tinggi, sakit perut, mual, muntah, sakit kepala, nyeri sendi dan otot kadang-kadang disertai bengkak sendi, serta bintik-bintik merah terutama di badan dan tangan. Meski gejalanya mirip dengan demam berdarah dengue, pada Chikungunya tidak ada perdarahan hebat, tidak ada syok maupun kematian. Masa tunggu sejak digigit nyamuk sampai terjadi sakit adalah 3-7 hari, sementara lama sakit tiga sampai sepuluh hari.

Penderita chikungunya dapat sembuh sendiri tanpa obat, dan sampai hari ini belum ada vaksin chikungunya. Memang yang membuat tak nyaman pada chikungunya adalah rasa nyeri pada sendi dan otot masih tertinggal selama berhari-hari sampai berbulan-bulan. .Dalam pengo-batan konvensional pasien diberikan obat penurun panas dan penghilang nyeri dan untuk mempercepat kesembuhan dianjurkan beristirahat, banyak minum dan makan makanan bergizi .

Di Indonesia demam chikungunya dilaporkan pertama kali di Samarinda tahun 1973. Kemudian berjangkit di Kuala Tungkal, Jambi, tahun 1980, kemudian Martapura, Ternate dan Yogyakarta. Awal tahun 2001 kejadian luar biasa ( KLB ) demam chikungunya terjadi di Sumatera Selatan, Aceh, disusul Bogor, Bekasi, Purworejo dan Klaten pada tahun 2002.

Beberapa kepustakaan menggam-barkan adanya gelombang epidemi 20 tahunan. Para ahli menduga ini terkait perubahan iklim. Berita baiknya anti-bodi dari penyakit ini membuat orang yang pernah menderita chikungunya akan kebal terhadap serangan ulang. Mengingat belum ada’ vaksin dan obat-nya, maka perlu ada pencegahan. Ada-pun cara pencegahan demam chikungunya adalah mencegah gigitan nyamuk serta memberantas tempat perin-dukan nyamuk dengan tiga M ( Me-nutup, Menguras dan Mengubur ba-rang bekas yang bisa menampung air misalnya kaleng bekas, ban bekas dan sebagainya) atau menaburkan bubuk abate pada penampungan air seba-gaimana cara mencegah demam berdarah.

Sejarah virus ini cukup unik karena pada 200-300 tahun lalu virus chikungunya merupakan virus pada hewan primata di Afrika, terutama kera jenis baboon. Penularan di antara baboon. melalui gigitan nyamuk aedes (nyamuk demam berdarah). Setelah beberapa lama, perangai virus chikungunya berubah sehingga dapat berbiak dalam tubuh manusia dan siklusnya adalah manusia-nyamuk-manusia.

Perubahan sikap virus ini diduga terjadi seiring dengan perpindahan nyamuk. Virus chikungunya baru teri-dentifikasi pada manusia ketika wabah di Tanzania 1952-1953. Mendiagnosis virus ini juga ternyata tidak mudah karena kemiripannya dengan uji sero-logik pada virus lain dalam famili yang sama sehingga pemeriksaan serologik sering dikacaukan hasilnya. Untuk mem-peroleh diagnosis akurat perlu beberapa uji serologik, antara lain uji hambatan aglutinasi (HI), serum netralisasi, dan JgM capture ELISA.

Di beberapa negara, gejala chikungunya sering dikacaukan dengan gejala infeksi akibat virus lain, seperti infeksi virus Ross River yang banyak dijumpai di Australia dan Pasifik memberikan gejala radang sendi juga yang gejalanya adalah nyeri beberapa sendi, seperti chikungunya yang disebut epidemic polyarthritis (EP). Penyakit ini pernah mewabah di Australia Utara pada tahun 1943, dan sempat menyebar ke kepulauan pasifik . Wabah EP saat ini belum ada di Indonesia, namun perlu diwaspadai terutama wilayah Indonesia

Bagian Timur yang berdekatan dengan Australia.

Di Afrika ada juga penyakit virus dengan gejala mirip chikungunya, yang disebabkan virus O’ nyong nyong (ONN). Istilah o’nyong-nyong adalah bahasa Uganda, yang artinya kelemahan sendi. Penyakit ini ditemukan pertama kali di Uganda tahun 1954, kemudian menyebar ke Kenya, Tanzania, Malawi, dan Mo-zambik.
Ini semua perlu diceritakan siapa tahu ada di antara pembaca yang pergi ke Australia atau Afrika agar mewas-padainya. Mungkin yang paling penting bagaimana mengatasi keadaan ini.

Pengobatan yang diperlukan bagj pen-derita chikungunya adalah :

1. Tentu selalu dimulai dengan pola hidup sehat sebagaimana yang sering saya jelaskan, makan seimbang, minum cukup air putih, cukup tidur.

2. Obat Turun panas :
10-15 gram daun beluntas ditambah 300 cc air, dimasak dengan api kecil sampai air kira-kira tinggal 250 cc, diminum sekaligus, sekali sehari.

3. Pengobatan radang sendi:
10 lembar daun jarak, dilumatkan ditambah sedikit air, lalu dibalurkan ke sendi yang sakit dan atau bengkak.

4. Meningkatkan daya tahan tubuh : 1 gelas perasan jeruk sunkist ditambah 1-2 sendok makan madu, atau, 3 jari jahe + 3 jari temu lawak+ 1 jari lengkuas, diiris tipis-tipis, dicampur air 500 cc direbus sampai air tinggal 250 cc, dinginkan, disaring, ditambah madu 250 cc, diaduk, diminum 2 kali sehari @ 2 sendok makan.

5. Berdoalah kepada Allah bacalah. Bismillahirramanirrahim 7 kali, lalu a’udzu bi-izzatillah wa qudratih min syarri maa ajiduu wa uhaadhir 3 kali sambil menyentuh bagian-bagian yang sakit.

Demikianlah silakan dipraktekkan dengan memperhatikan 3 hal selalu sabar, syukur, ikhlas, maka Anda akan diberikan kekuatan dalam menjalani ujian yang Allah berikan dan didekatkan kepada kesembuhan atas izin-Nya. Wallahu a-‘alamu bish shawab

7 thoughts on “Tanya jawab mengenai Chikungunya

  1. assalammu’alaikum. Wr. Wb
    saya siska dari bdg, sebelumnya terimakasih atas informasi dokter mengenai cikungunya.
    3 minggu lalu sya terkena cikungunya dan sampai skrg sakit atau linu pada sendi.terkadang masih terasa, terkadang sendi terasa ngilu terkadang tidak kemudian sekarang lebih mudah terkena kesemutan. apakah memang efeknya seperti itu ? dapatkah linu pada sendi itu hilang (normal kembali) ? kemudian apakah itu bukan radang sendi ? jujur saya sedikit menjadi takut karena linu pada sendi yang sering terasa setelah terkena cikungunya, atas informasi dan jawabanya saya ucapkan terimakasih

  2. Tks infonya,
    Saya mau tanya bbrp thn lalu saya prnh kena virus chikungunya tp sekarang saya terkena sakit ini lagi. Apakah bisa orang yg pernah kena virus chikungunya terkena virus yg sama lagi? Tks

  3. Ass dokter saya mau tanya dokter, suami saya ketika thn 2009 tepatnya bln oktober kena cikungunya dan dirawat di RS dan sempat tk bisa jalan krn hal ini terjadi ketika ia akan sholat subuh,suami saya ini jg punya sakit maag kronis,
    yang ingin saya tanyakan adalah kondisi tubuh suami saya jauh sekali drop nya dan sendi kaki tangan hingga jari jari nya sering kambuh sakitnya dan bila lg sakit sendinya itu dia sangat merasa sakit dan lemas.
    Tolong dokter apakah obat yg tepat buat suami saya, suami saya sering ngelu masalah ini dan sedih tak bisa berbuat apa apa untuk bantu dia, hingga kini blm ada yg bisa bikin pulih seperti sedia kala tetap aja sakit (sudah sering berobat hanya dikasih vitamin dan obat penahan sakit dan kadang kadang disertai salep/gel semacam obat oles).
    Saya mohon dan minta tolong dokter punya saran dan obat untuk suami saya, sebelumnya saya ucapkan terimakasih Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s