PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL (PSO) BEKAM

PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL (PSO) BEKAM

 

PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL (PSO) BEKAM, Para Praktisi Bekam hendaknya selalu memperhatikan faktor kenyamanan pasien, jangan sampai pasien mengalami kesakitan, terutama kesakitan di area tubuh yang di hijamah. 
 
 Oleh karena itu perlu kita perhatikan faktor-faktor tentang kenyamanan pasien, baik sebelum, selama, dan setelah ber-Hijamah, yaitu :
a. Satu jam sebelum hijamah disunnahkan pasien untuk mandi terlebih dahulu, karena 3 – 5 jam setelah ber-Hijamah pasien dilarang mandi.
b. Bagi pasien yang baru datang dari bepergian atau baru selesai bekerja berat lakukanlah hijamah setelah tubuh pasien merasa rileks.  Oleh karena itu pasien hendaknya beristirahat terlebih dahulu.
c. Perhatikan posisi tidur pasien agar dalam posisi serileks mungkin, terutama pada posisi tertelungkup, jangan sampai pasien merasa seperti tercekik , pada keadaan terlentang kita pastikan bahwa ganjal kepala mencukupi, tidak terlalu tinggi dan tidak juga terlalu rendah . Perhatikan baik-baik pada pasien dengan gangguan tulang belakang dan terutama tengkuk .
d. Kulit tempat dimana akan dilakukan Hijamah haruslah bersih dari sembarang kotoran, dan rambut.  Oleh karena itu kulit harus di cuci terlebih dahulu dan jika rambut/bulu banyak, hendaknya dicukur terlebih dahulu .
e. Bagi pasien yang ada penyakit kronik hendaklah dilakukan pembersihan usus atau colon cleansing terlebih dahulu 1 – 3 hari sebelum di Hijamah.
f. Kondisi pasien tidak boleh terlalu kenyang ataupun terlalu lapar sebelum dilakukan Hijamah.
g. Perlu diperhatikan selama berhijamah pasien sebaiknya tidak tidur.
h. Hijamah di ruang ber-AC (Air Condition) hendaknya mempertimbangkan suhu jangan terlalu dingin, suhu ruangan 24 derajat celcius dengan kecepatan fan sedang masih dibolehkan .
i. Gunakan titik hijamah yang tepat .
j. Kekuatan sedotan, tusukan jarum, dan sebagainya harus selalu ditanyakan kepada pasien, agar selalu dalam kondisi nyaman .
k. Pada saat pembekaman posisi tubuh pasien sebaiknya tidak bergerak-gerak .  Jarak mangkuk hijamah jangan terlalu dekat .
l. Jangan terlalu lama meng-kop, juga jangan terlalu keras karena dapat menyebabkan kulit melepuh .  lama pengkopan untuk tiap titik sebaiknya 6 – 8 menit. Jika selama masa pengkop-an warna kulit terlihat merah kehitam-hitaman pada area yang dikop, segeralah mangkuk dicabut .
m. Selepas hijamah pasien harus berpakaian untuk melindungi bekas hijamahnya, dan dilarang kena hujan selagi bekas hijamah masih ada.  Jika selepas hijamah terpaksa kena hujan maka pasien harus segera mandi dengan air hangat.
n.  Sebaiknya selama kira-kira 3 hari setelah berhijamah, pasien jangan kerja berat, atau mengangkat berat . Terutama bagi pasien usia lanjut (lebih dari 63 tahun) dan yang menderita penyakit kronik .

Demikianlah artikel PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL (PSO) BEKAM yang di tulis oleh dokter Ali Toha Assegaf Pimpinan Rumah-sehat afiat. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi praktisi bekam ataupun kawan-kawan yang ingin belajar tentang bekam

6 thoughts on “PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL (PSO) BEKAM

  1. sependek yang saya tahu tujuan bekam adalah mengeluarkan darah yg beracun/berpenyakit dari tubuh pasien, karena saya tertarik pengobatan bekam sesuai yg dicontohkan Rasul ini.
    yg ingin saya tanyakan,
    bagaimana proses bekam tsb bisa memilah darah yg keluar adalah darah racun sedangkan darah sendiri mrpkn zat cair yg homogen dan penyebarannya ke seluruh tubuh?
    mohon informasi dr yth, jzklh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s