Penyakit menurun

Peyakit menurun

Banyak pasien-pasien di klinik saya(Rumah-sehat afiat) mengeluhkan kekhawatirannya kemungkinan menderita penyakit seperti yang diderita oleh orang tuanya . Padahal tidak semua penyakit yang diderita orang tua, akan diturunkan kepada anaknya . Penyakit menurun adalah penyakit yang dibawa oleh gen orang tua kepada anaknya, sedangkan kebanyakan penyakit yang disangka oleh masyarakat sebagai penyakit menurun sebenarnya tidak melekat pada gen yang diturunkan melainkan pengaruh kebiasaan buruk yang mungkin didapat dari lingkungan keluarganya . Jika kebetulan diantara kita memainkan peran sebagai orang tua maka merupakan kewajiban kita menanamkan pola hidup sehat kepada anak-anak kita . Tanggung jawab orang tua itu dipesankan oleh Allah SWT dalam firmanNya dalam Qur’an surah An-Nisa’, 4:9 :

Lanjutkan artikel Penyakit menurun

Artinya:’Dan hendaklah mereka (para orang tua) takut kepada Allah seandainya meninggalkan anak-anak yang lemah, yang mereka khawatirkan keadaannya . Maka hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”.(Q.S. An-Nisaa’, 4:9)
Kenapa Allah SWT mengatakan hendaklah para orang tua takut meninggalkan anak keturunan yang lemah adalah suatu bukti bahwa meninggalkan anak yang lemah akan mengancam akidah mereka, dan juga mengancam keberlangsungan syiar Islam di bumi Allah . Anak yang lemah dalam ayat ini meliputi aspek yang luas yaitu lemah imannya, lemah jiwanya, lemah kemampuan sosialisasinya, dan tentu saja lemah badannya .
Rasulullah SAW bersabda:

” Mukmin yang kuat lebih utama dari pada mukmin yang lemah” .
Lemahnya badan adalah yang paling berbahaya karena kekuatan iman harus ditopang dengan kekuatan dan kesehatan badan . Sebagian dari lemahnya badan adalah karena penyakit yang sering dianggap penyakit keturunan padahal bukan penyakit keturunan  .

Penyakit menurun adalah penyakit yang didapat dari orang tua secara genetis . Benarkah penyakit menurun itu ada ? Benar, ada beberapa penyakit yang memang diturunkan secara genetis dari orang tua kepada anaknya namun sebagian besar yang oleh masyarakat dianggap penyakit menurun sebenarnya bukan penyakitnya yang menurun melainkan pola hidup tidak sehat yang terlanjur dijadikan kebiasaan dalam keluarga, dapat terbawa sampai anak berumah tangga, diantaranya adalah jika orang tua menderita penyakit tertentu yang disebabkan kebiasaan hidup yang tidak sehat akan menurunkan kebiasaan hidup tidak sehat kepada anaknya sehingga anak menderita penyakit yang sama .

contohnya,

–    Kebiasaan hidup mengarah kepada KENCING MANIS adalah, kebiasaan makan terlalu banyak karbohidrat, makan banyak manis-manis, makan berlebihan yang menyebabkan kegemukan, kurang gerak, sikap hidup kompetitif

–    Kebiasaan hidup yang mengarah kepada KANKER adalah stress, banyak makan makanan yang diawetkan, makan lemak berlebihan, merokok, terpapar obat nyamuk semprot yang mengandung organofosfat, MSG, pewarna buatan, lemak trans pada minyak jelantah ataupun minyak lain yang digunakan untuk menggoreng dengan panas sangat tinggi, kebiasaan minum alkohol, wadah makanan dari stirofoam, bahan pengawet, melamin, paparan sinar ultra violet yang berlebihan dll.

–    Kebiasaan hidup yang mengarah kepada penyakit TEKANAN DARAH TINGGI adalah kurang minum air, konsumsi garam berlebihan, stres tinggi, kebiasaan makan-minum yang bisa merusak ginjal, dll.
–    Kebiasaan hidup yang mengarah kepada penyakit JANTUNG KORONER adalah konsumsi lemak berlebihan, kurang gerak, merokok, stress, kegemukan, dll.

–    Kebiasaan yang mengarah kepada penyakit BATU GINJAL adalah kurang minum, kurang gerak, banyak makan jerohan, kurang makan sayur dan buah dll.
Maka agar kita mampu menyampaikan amanah yang diberikan Allah SWT yaitu membesarkan anak dengan baik, maka kita wajib mencontohkan pola hidup sehat kepada anak-anak kita, agar kelak menjadi generasi yang kuat .
Menanamkan pola hidup sehat hendaknya memperhatikan 5 faktor

–    Memberikan contoh pola makan-minum yang sehat dengan memperhatikan menu makan harian mereka . Orang tua hendaknya menanyakan apa yang kamu makan hari ini, lalu memberikan masukan atas makanan yang dimakan anak-anaknya .
–    Memberikan contoh dan sebisanya mengajak mereka berolah raga secara rutin, dan proporsional
–    Menyepakati dan mencontohkan disiplin jam tidur, sehingga mereka terbiasa tidur dalam jumlah yang mencukupi, serta pada waktu yang tepat .
–    Menyontohkan sikap hidup yang sehat, tentang kebersihan, kerapihan, kedisiplinan dalam menjaga kesehatan mereka .
–    Mengajarkan anak agar selalu berpikir kritis dalam menjaga kesehatannya .

Kebiasaan penting lainnya adalah menanamkan pemahaman komposisi dan cara makan yang menyehatkan:
–    komposisi makanan terdiri dari, 50% dari biji-bijian (beras, kacang, kedelai dll.), 30% dari sayuran dan buah, 20% dari hewani (usahakan ikan 2 kali seminggu daging ternak maksimal 2 kali seminggu) .
–    Hindari gorengan sebisa mungkin
–    Kunyahlah makanan sekurangnya 32 X untuk tiap suapan, untuk memberi kesempatan enzyme ludah/saliva bekerja mencerna makanan di mulut, sehingga kerja lambung tidak terlalu berat . Kebanyakan orang sakit lambung adalah karena tergesa-gesa menelan makanan .
–    Minum air 30 cc/kg bb/hari pada keadaan udara sejuk, jika panas dinaikkan kira-kira 20%
–    Olah raga teratur 3 kali seminggu @ 40 menit
–    Usahakan tidur 6,5 jam per hari
–    Menerapkan sikap hidup sabar – syukur – ikhlas, yang akan membantu menormalkan regulasi hormonal kita .
–    Pola pikir yang menyehatkan yaitu nasib kita bisa diubah oleh usaha kita sendiri dan adanya keyakinan bahwa sunnatullah dilangit dan dibumi ada dalam kendali Allah

Artinya:”Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Allah hidupkan bumi sesudah mati -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh terdapat tanda-tanda  bagi kaum yang berfikir”. (Q.S. Al-Baqoroh, 2:164)

Dalam ayat ini jelas Allah SWT menjelaskan bahwa Allah menetapkan hukum-hukum alam lalu menjaga berjalannya hukum alam, karena Allah menetapkan hukum itu maka Allah berkuasa untuk mengubah dan mengatur sesuai kehendaknya . Oleh karena itu tidak ada tempat meminta yang paling tepat kecuali Allah . Manusia merencanakan Allah yang menentukan sehingga hendaknya kita bertawakkal hanya kepada Allah sebagaimana disebutkan dalam Qur’an surah Ibrohim, 14:11, yang artinya:

”Dan hanya  kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang mukmin bertawakkal”.

Jika ini dilaksanakan secara kontinyu, kita bisa menyelamatkan anak cucu kita dari banyak penyakit berbahaya, tidak menurun secara genetis namun menurun kecenderungannya . Adapun bagi yang sudah terlanjur memiliki kebiasaan hidup tidak sehat, kita bisa segera mengubah pola hidup tidak sehat menjadi sehat dan ini akan memperbaiki kesalahan yang lalu agar kecenderungan yang mendorong terjadinya penyakit-penyakit tersebut dapat teratasi .

Semoga Artikel Berjudul Penyakit menurun ditulis oleh dr, Muhammad Ali toha aseggaf bermanfaat…



26 thoughts on “Penyakit menurun

  1. Penyakit menurun ini bersifat individual ya mas, maksudnya walaupun orang tua mengidap penyakit tersebut belum tentu si anak mengidap yang sama dan tidak semua dalam lingkungan keluarga akan mengidap yang sama ?

  2. Terimakasih,utk infonya,Mas.
    Pola makan dan pola hidup sehat perlu digalakkan agar generasi kita nantinya menjadi sehat dan cerdas.
    Terimakasih,sudah berkunjung ke blogku.

  3. ada yg bilang diabet itu ada yang krn pola makan ada yg memang secara genetis diturunkan, itu gmn mas?

    makasih singgahnya..
    salam kenal…🙂

  4. Salam hormat rumahsehat.

    Ternyata banyak perkara yang dapat dimanfaatkan dari tulisan saudara.
    Petanda bagi sesuatu penyakit serta puncanya, menarik perhatian saya.

    Tahniah dan terima kasih.

  5. Tiada seorangpun yang menginginkan sakit, namun apa hendak dikata ketika taqdir menghendaki dirinya sakit. Sehat dan sakit adalah ujian dari Allah.
    Betapa banyak ulama dan orang shalih yang ditaqdirkan lemah badan dan cacat namun Subhanallah imannya sungguh menakjubkan. Dan betapa banyak orang sehat namun imannya sakit.
    Tipsnya sangat bermanfaat, terima kasih

  6. insya Allah kita dijauhkan dari penyakit menurun kepada keturunan kita,kalaupun keturunan kita mendapat penyakit ini ,itu pasti yg terbaik menurut Allah🙂

  7. spt nya berat sekali mau mempraktekan pola hidup sehat, tapi alhamdulillah saya sudah mencobanya walaupun belum semuanya.., kira 2 minggu yg lalu saya stop merokok.., mga ini awal yg baik tuk bisa mendapatkan hdp yg sehat.

    salam bloger..
    ditunggu kunjung baliknya…

  8. Wah….terimakasih infonya ya MAs…
    Ternyata pola hidup kita masih perlu dibenahi di sana sini…🙂
    Salam..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s