KIAT MERAWAT CINTA KASIH

KIAT MERAWAT CINTA KASIH (3)


PRINSIP :

–          Hubungan Perkawinan bukan hubungan transaksional. Hubungan perkawinan adalah hubungan sakral karenanya diatur secara rinci dalam Al-Qur’an, dan diajarkan/dicontohkan secara lengkap oleh Rasulullah SAW .

–          Kedudukan isteri dalam Islam sangat dihargai karena dia adalah ibu dari anak-anak, dan motivator bagi seluruh anggota keluarga .

–          Isteri adalah partner abadi suami sehingga untuk memeliharanya perlu memperhatikan aspek cinta, kasih sayang, perhatian, keberpihakan, dorongan, dan doa .

–          Suami adalah Qowwam, pelindung, guru yang dituntut tegas, dan berani dalam bersikap, maka kadang-kadang tampak seperti kasar .

–          Suami mempunyai watak lebih keras dari pada isteri .

Bagaimana menjadi partner yang baik ?

Isteri :

  1. Menjadi makmum yang setia dalam kebenaran
  2. Menjadi teman yang bisa saling mengisi
  3. Menjadi kekasih yang setia dan selalu menghibur hati, cirinya:

–          selalu menanamkan kerinduan

–          menjaga kehormatan dihadapan ataupun dibelakang suami

–          menimbulkan gairah suami utk bercinta

–          ramah dan responsif

  1. Menjaga kesehatan suami dgn menyiapkan/memudahkan suami utk menjaga kesehatannya
  2. Memahami perasaan hati suami yg pasang surut emosinya
  3. Memberikan dorongan moril dengan kata-kata dan sikap yg lembut

Kuncinya adalah sikap L E M A H  L E M B U T

CINTAI SIAPA SAJA KARENA ALLAH

Hanya Allah yang tidak mungkin mengecewakan kita

CINTA KEPADA MAHLUK AKAN BERAKHIR DENGAN KEKECEWAAN

Segala bentuk cinta yang ditujukan untuk mahluk niatkan sebagai ibadah kepada Allah

KEWAJIBAN UTAMA SUAMI ADALAH MENJAGA KESEHATAN, KESELAMATAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

Semoga artikel berjudul KIAT MERAWAT CINTA KASIH bermanfaat

Seminar Nasional Tentang At-Thibbun Nabawi & Obat Herbal Dalam Mengobati Kangker dan Peyakit degenaratif lainya

Seminar Nasional Tentang At-Thibbun Nabawi & Obat Herbal Dalam Mengobati Kangker dan Peyakit degenaratif lainya

Apa yang kita ketahui tentang Pengobatan nabi tantunya masih banyak hal yang kita belum pahami. Benarkah obat herbal bisa mengobati Penyakit kangker yang sulit disembuhkan.Apalagi penyakit-penyakit lainya.
Tentunya pertanyaan itu akan bisa kita pertanyakan di Acara Seminar Nasional Tentang At-Thibbun Nabawi & Obat Herbal Dalam Mengobati Kangker dan Peyakit degenaratif lainya.Bekam kata ini mungkin banyak
orang bertanya-tanya .Apakah bekam itu adalah bekam (alias pemain bola Iggris) oh ternyata tidak dan masih banyak lagi pertanyaan-pertayaan dibenak kita.

Untuk itu Lp3ki yang dibina oleh dr Muhammad Ali Toha Assegaf (Pimpinan Rumah-sehat afiat) Bekerja sama dengan Herbal Insani  dan Insani Enterprise Mengadakan Acara Seminar Nasional Tentang At-Thibbun Nabawi
& Obat Herbal Dalam Mengobati Kangker dan Peyakit degenaratif lainya.  Pada :

Hari Sabtu ,12 juni 2010

Pukul 08.30 – 16.00
Bertempat Auditorium  Gedung A
Fak. Kesehatan Masyarakat (FKM-UI)
Jl.Prof. DR.SUJUDI
Universitas Indonesia Depok

Fasilitas
> seminar Kit
> Snack dan Makan Siang
> Serifikat
dll

Kontribusi
* Pendaftaran sebelum tgl 2 Juni Rp.85.000
* Pendaftaran tgl 3 – 10 juni Rp. 100.000
* Pendaftaran tgl 11 – 12 Juni Rp 125.000
* Mahasiswa Rp.65.000

Sesi pertama :

At-Thibbun Nabawi Solusi Jitu Mencegah dan Mengobati Penyakit Kangker Dengeneratif lainnya

dr. Muhammad Ali Toha Assegaf
– Pengkaji Metode Kedokteran Nabi
– Penulis Buku Smart healing
– Formulator herbal medicine
– Pengasuh rubrik kesehatan Pada majalah & radio swasta
– Pembina LP3KI (Lembaga Penelitian,Pendidikan dan Pengembangan Kesehatan Islam)
– Pimpinan Rumah-sehat afiat
– Direktur Rumah sakit Persahabatan

Sesi kedua :

Kajian Obat herbal Untuk Mengobati Penyakit Kangker & Penyakit Degeneratif lainnya

Ir. B Mahendra,Akp

– Pimpinan lembaga kursus herbal dan pengobatan alami
– penulis buku-buku tanaman obat
– Penulis buku paduan meracik obat herbal
– Praktisi pengobatan herbal & Thibbun nabawi
– Pengurus Pusat Asosiasi  Pengobatan Tradisional Ramuan Indonesia  (ASPETRI)

Sesi Ketiga :

Tehnik Pembekaman Pada Pasien Penderita Kangker

Ust. Ahmad Fatahillah

– Ketua Umum Asosiasi Bekam Indonesia
– Praktisi pengobatan bekam
– Penulis buku ” Keampuhan Bekam’
– Pengajar Nasional Pelatihan Bekam

Informasi Pendaftaran  dan pameran :
Jl . Mawar Raya No. 4 Perumnas I Depok Jaya

– Telp .    : 021-77210940
– Heri      : 081311402368
– Ikhwan : 021 68000846
– Fax       : 021-77218446

KAPASITAS 300 PESERTA

Semoga Seminar Nasional Tentang At-Thibbun Nabawi & Obat Herbal Dalam Mengobati Kangker dan Peyakit degenaratif lainya bermanfaat untuk kita semua amien.

Penyakit menurun

Peyakit menurun

Banyak pasien-pasien di klinik saya(Rumah-sehat afiat) mengeluhkan kekhawatirannya kemungkinan menderita penyakit seperti yang diderita oleh orang tuanya . Padahal tidak semua penyakit yang diderita orang tua, akan diturunkan kepada anaknya . Penyakit menurun adalah penyakit yang dibawa oleh gen orang tua kepada anaknya, sedangkan kebanyakan penyakit yang disangka oleh masyarakat sebagai penyakit menurun sebenarnya tidak melekat pada gen yang diturunkan melainkan pengaruh kebiasaan buruk yang mungkin didapat dari lingkungan keluarganya . Jika kebetulan diantara kita memainkan peran sebagai orang tua maka merupakan kewajiban kita menanamkan pola hidup sehat kepada anak-anak kita . Tanggung jawab orang tua itu dipesankan oleh Allah SWT dalam firmanNya dalam Qur’an surah An-Nisa’, 4:9 :

Lanjutkan artikel Penyakit menurun

Baca lebih lanjut

Sehat Pada usia Lanjut

Sehat Pada usia Lanjut

Wa man nuammirhu nunakkishu fil kholqi afalaa ya’qiluun
Artinya:”dan barangsiapa kami panjangkan umurnya, kami mengembalikannya dalam penciptaan, apakah mereka tidak berfikir”(Q.S. Yasiin, 36:68)

Wallahu kholaqokum tsumma yutawaffakum wa minkum man yuroddu ilaa ardzalill umur likayla ya’alama min bakdi ilmin syai-an, innallaha ‘aliimun qodiir
Artinya:”Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu, dan diantara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah, supaya dia tidak mengetahui sesuatupun yang pernah diketahuinya, sesungguhnya Allah maha mengetahui dan maha kuasa” (Q.S. An-Nahl, 16:70)

Demikianlah Sang Pencipta Allah SWT menjelaskan . Siapa sebenarnya yang dimaksud lanjut usia, dalam konteks berpikir sebagai seorang muslim, maka yang dimaksud usia lanjut adalah orang yang berusia diatas rata-rata, di Indonesia usia rata-rata harapan hidup adalah 66 tahun, Rasulullah SAW meninggal dunia dalam usia 63 tahun . Maka usia lanjut adalah orang masih diberi kesempatan hidup setelah usia tersebut .
Apa saja problem usia lanjut ? Para ahli geriatri/kesehatan usia lanjut menginventarisir problem tersebut, yaitu 12 – I
–    Immobility : gangguan mobilitas, sering decubitus
–    Instability : cara berjalan yg tdk stabil. Mudah roboh, rentan patah tulang
–    Incontinence : tdk dpt mengontrol kencing, ngompol
–    Impairment : kelemahan pd intelektual yg ditandai demensia, menurunnya kemampuan melihat/baca, pendengaran, perasa, komunikasi dll.
–    Infection : mudah kena infeksi
–    Irritable colon : mudah/sering buang air besar atau sebaliknya sembelit
–    Isolation: Menyendiri, depresi
–    Impecunity : kemiskinan
–    Iatrogenesis : Munculnya gangguan tubuh akibat penggunaan obat
–    Insomnia : sulit tidur/gangguan tidur
–    Immunodeficiency : daya tahan tubuh melemah, mudah terserang penyakit
–    Impotence : menurunnya kemampuan seksual

Lanjutakan artikel Sehat pada usia lanjut

Baca lebih lanjut

KIAT- KIAT MERAWAT CINTA KASIH

Sambungan dari artikel sebelumnya

KIAT – KIAT MERAWAT CINTA KASIH

MENJADI PARTNER YANG BAIK BAGI SUAMI
Tugas suami :
Allah SWT berfirman dalam Qur’an surah An-Nisa’, 4:1,

Artinya :”Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya  Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan  laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan takutlah kamu kepada Allah yang dengan  nama-Nya kamu saling meminta dan mempertautkan silaturrahim. Sesungguhnya Allah menjaga dan mengawasi kamu”.

Inilah ayat pertama surah An-Nisa’, diletakkan dalam ayat pertama menunjukkan pentingnya masalah ini, yaitu mengingatkan manusia untuk menjaga hubungan dengan isteri/suaminya karena hubungan ini dihalalkan dengan kesaksian Allah . Keadaan ini menjadikan prinsip hubungan antara suami-isteri adalah hubungan sakral, bukan hubungan transaksional dan bukan juga sekedar hubungan untuk memenuhi kebutuhan instingtif belaka . Itulah yang menyebabkan perkawinan dalam Islam dipandang sebagai ibadah, dan upaya membahagiakan suami/isteri dalam bentuk apapun adalah sodaqoh .

Rasulullah SAW juga mengingatkan kita bahwa menikah adalah separuh dari taqwa, karena dengan menikah orang akan menjaga banyak aspek dari agamanya . Lalu berarti bahwa ada hak dan ada kewajiban bagi keduanya . Suami memiliki kewajiban dan isteri memiliki kewajiban pula agar dalam mengisi hari-hari perkawinannya keduanya memetik buah mawaddah wa rahmah, sehingga perkawinan adalah pintu masuk menuju kebahagiaan yang lebih besar lebih indah dan lebih menetramkan .

lanjutkan Artikel Kiat-kiat Merawat cinta kasih Baca lebih lanjut

Kiat merawat cinta kasih

Kiat merawat cinta kasih

DARI SUAMI BUAT ISTERI
Kadang-kadang para suami lupa betapa besar jasa isterinya, pekerjaan isteri kalihatannya gampang namun rasanya tak kan sanggup para suami menggantikan perannya .
Sehingga Rasulullah SAW bersabda : ‘sebaik-baik kamu adalah yang terbaik terhadap isterinya’,kenapa ? krn Rasulullah menyadari bahwa tabiat laki-laki itu keras, krn laki-laki berbeda dengan wanita dalam hal perhatiannya, kekuatan fisiknya, daya tahannya, kesabarannya

Lanjutkan artikel ,kiat merawat cinta kasih

artinya :”Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka  atas sebahagian yang lain , dan karena mereka (lak-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka….”. (Q.S. An-Nisa, 4:34)
1.    Kesehatan Isteri
–    isteri mempunyai tugas yang sangat berat, tugas itu memberi beban fisik, jiwa,social dan spiritual, menjadi tempat mengadu, tempat mencari kasih sayang dalam keluarga
–    kesehatan isteri seringkali terabaikan, dia memikirkan anak yg sakit, suami yang sakit, dan ketika dia sakit dia akan mencoba menyelesaikannya sendiri . isteri sakit keadaan rumah menjadi muram .
–    padahal wanita memiliki kerentanan untuk sakit yang jauh lebih besar dari pria, dia mengerjakan pekerjaan domestic, membaktikan dirinya untuk membesarkan anak-anaknya dan mendahulukan suaminya, haid, mengandung, menyusui, mendidik anak dari ayunan sampai anak mampu berdiri sendiri, dan kadang-kadang masih ikut mencari nafkah.

Bagaimana menjaga kesehatan isteri
Ada 4 aspek yang perlu diperhatikan demi memenuhi kewajiban para suami terhadap kesehatan isterinya yaitu,
1. Menjaga kesehatan fisik :
– Jangan memberi beban kerja maupun mental secara berlebihan . Rasulullah makan apa
saja yg disajikan, beliau tak pernah mencela makanan karena beliau takut membuat isterinya kecewa, dan jika beliau tidak menjumpai makanan dirumah maka beliau SAW berpuasa
– Hendaknya kita menjarangkan kehamilan untuk memberi kesempatan kepadanya menyusui dengan tenang, memulihkan kesehatannya dan memberi perhatian cukup untuk masalah-masalah kehidupannya . Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW hampir-hampir melarang wanita menyusui untuk hamil, wanita menyusui yang hamil dalam bahasa arab disebut al-ghailah .
– Berikan makanan tambahan  pada saat kehamilan dan menyusui, karena nutrisi yang masuk kedalam tubuh wanita hamil atau menyusui adalah makanan yang akan dikonsumsi 2 orang, yaitu ibunya dan bayinya .
– Usahakan membantu tugas-tugas domestik/tugas-tugas rumah tangga (misal, menyapu, mengepel, cuci piring, cuci pakaian dll.) atau kalau kita tidak punya cukup waktu untuk itu carikanlah pembantu rumah tangga .
2. menjaga kesehatan jiwa

– Berikan waktu/kesempatan kepadanya untuk duduk berdua dengan suami dan lalu bercerita dan berkeluh kesah, karena masalah yang ditemuinya kebanyakan adalah masalah domestik yang sulit untuk diceritakan kepada orang lain .
– Adakan waktu rekreasi, yaitu pergi ke taman atau ketempat santai lain dimana isteri tidak perlu dibebani dengan pekerjaan domestik meskipun ketempat yang dekat dan dalam waktu yang singkat .
– Sekali-sekali menemani dalam menyelesaikan pekerjaan domestik/rumah tangga .
3. Menjaga kesehatan sosial
– Memberikan kesempatan isteri untuk bersosialisasi dengan teman dengan tetap menjaga nilai-nilai kesopanan dan martabat diri .
– Memberi kesempatan isteri untuk berkumpul dan berinteraksi dengan keluarganya tanpa kehadiran kita .
– Mengajak isteri berkunjung ke suatu acara suami agar isteri mengenali teman-teman suami dan bisa memahami keadaan suami .
4. Menjaga kesehatan spiritual
– Memberikan tarbiyah/pembelajaran tentang prinsip akidah dan fikih kepada isteri dan mengajak isteri untuk selalu melakukan kebaikan
– Melaksanakan sholat jamaah untuk menjaga silaturrahim dan menjaga peran masing-masing sebagai pemimpin dan sebagai yang dipimpin .
– Mengajak isteri ketempat-tempat majelis taklim /majelis kebaikan untuk memupuk kesamaan pandangan dalam beragama .

Semoga Artikel kiat merwat cinta kasih ini bermanfaat

Bersambung