Presedur pembekaman

Prosedur Pembekaman

Lanjutan dari Artikel Berjudul Tehnik Bekam

A. Persiapan Pembekaman

1. Peralatan Bekam

a.    Cupping Sets & Hand Pump (beberapa set Gelas Vakum dan pompa tangan) . Tersedia dalam keadaan bersih, kering dan steril . Tidak berbau, tidak basah dan tidak katup gelas berfungsi baik. Gelas tidak boleh pecah ataupun gumpil terutama pada pinggirannya .
b.    Lancing Device (Alat penembak jarum-jarum kecil) dan Lancet (jarum kecil yang bersifat disposal).  Untuk kulit yang tebal bisa juga digunakan Pisau Bedah Kecil. Dipakai yang disposible .
c.    Stethoscope dan Tensimeter (untuk mengukur tekanan darah), disiapkan selalu dalam keadaan tersimpan dan tertutup, mendengarkan detak nadi harus dengan saksama, perlu latihan .
d.    Glukometer (untuk mengukur kadar gula darah), dipakai pada pasien dengan riwayat kencing manis .
e.    Termometer (untuk mengukur suhu tubuh)
f.    Gunting dan Pisau Cukur
g.    Sarung Tangan (rubber gloves) steril . 1 pasien 1 sarung tangan .
h.    Masker (pelindung mulut dan hidung), untuk mencegah penularan dari dan ke pasien .
i.    Tissue yang bersih dan Kapas (steril cotton)
j.    Cairan Antiseptic (minyak habbatus sauda, atau bethadine/yodium)
k.    Plastik untuk tempat sampah.,
l.    Wadah / waskom untuk mencuci peralatan kotor
m.    Sabun cuci ,
n.    Air panas
o.    Bayclin

2. PROSEDUR STANDAR OPERASIONAL (PSO) BEKAM

Para Praktisi Bekam hendaknya selalu memperhatikan faktor kenyamanan pasien, jangan sampai pasien mengalami kesakitan, terutama kesakitan di area tubuh yang di hijamah.

Oleh karena itu perlu kita perhatikan faktor-faktor tentang kenyamanan pasien, baik sebelum, selama, dan setelah ber-Hijamah, yaitu :
a.    Satu jam sebelum hijamah disunnahkan pasien untuk mandi terlebih dahulu, karena 3 – 5 jam setelah ber-Hijamah pasien dilarang mandi.
b.    Bagi pasien yang baru datang dari bepergian atau baru selesai bekerja berat lakukanlah hijamah setelah tubuh pasien merasa rileks.  Oleh karena itu pasien hendaknya beristirahat terlebih dahulu.
c.    Perhatikan posisi tidur pasien agar dalam posisi serileks mungkin, terutama pada posisi tertelungkup, jangan sampai pasien merasa seperti tercekik , pada keadaan terlentang kita pastikan bahwa ganjal kepala mencukupi, tidak terlalu tinggi dan tidak juga terlalu rendah . Perhatikan baik-baik pada pasien dengan gangguan tulang belakang dan terutama tengkuk .
d.    Kulit tempat dimana akan dilakukan Hijamah haruslah bersih dari sembarang kotoran, dan rambut.  Oleh karena itu kulit harus di cuci terlebih dahulu dan jika rambut/bulu banyak, hendaknya dicukur terlebih dahulu .
e.    Bagi pasien yang ada penyakit kronik hendaklah dilakukan pembersihan usus atau colon cleansing terlebih dahulu 1 – 3 hari sebelum di Hijamah.
f.    Kondisi pasien tidak boleh terlalu kenyang ataupun terlalu lapar sebelum dilakukan Hijamah.
g.    Perlu diperhatikan selama berhijamah pasien sebaiknya tidak tidur.
h.    Hijamah di ruang ber-AC (Air Condition) hendaknya mempertimbangkan suhu jangan terlalu dingin, suhu ruangan 24 derajat celcius dengan kecepatan fan sedang masih dibolehkan .
i.    Gunakan titik hijamah yang tepat .
j.    Kekuatan sedotan, tusukan jarum, dan sebagainya harus selalu ditanyakan kepada pasien, agar selalu dalam kondisi nyaman .
k.    Pada saat pembekaman posisi tubuh pasien sebaiknya tidak bergerak-gerak .  Jarak mangkuk hijamah jangan terlalu dekat .
l.    Jangan terlalu lama meng-kop, juga jangan terlalu keras karena dapat menyebabkan kulit melepuh .  lama pengkopan untuk tiap titik sebaiknya 6 – 8 menit. Jika selama masa pengkop-an warna kulit terlihat merah kehitam-hitaman pada area yang dikop, segeralah mangkuk dicabut .
m.    Selepas hijamah pasien harus berpakaian untuk melindungi bekas hijamahnya, dan dilarang kena hujan selagi bekas hijamah masih ada.  Jika selepas hijamah terpaksa kena hujan maka pasien harus segera mandi dengan air hangat.
n.     Sebaiknya selama kira-kira 3 hari setelah berhijamah, pasien jangan kerja berat, atau mengangkat berat . Terutama bagi pasien usia lanjut (lebih dari 63 tahun) dan yang menderita penyakit kronik

Semoga Artikel mengenai Prosedur pembekaman Bermanfaat