Obat Halal dan Thoyib

lanjutan Obat Halal dan Thoyib

Obat Halal dan Thoyib

b.    Industri obat kimia telah menjadi besar dan kejam

Industri obat kimia telah berkembang menjadi bisnis yang brutal, menghalalkan segala cara dengan menggunakan kedok profesi dan promosi yang seringkali menyesatkan . obat telah menjadi bisnis yang sangat profitable. Perusahaan obat tidak merasa perlu berhubungan dengan konsumen karena dia sadar yang paling menentukan adalah dokter dan apoteker .

c.    bagaimana dengan dokter

dokter hanya mengenal metode pengobatan konvensional sebagai satu-satunya cara pengobatan yang bisa dipercaya, yang lain adalah komplementer

d.    sikap pemerintah

Pemerintah membuat kebijakan obat bebas, sayang kebijakan ini tidak diikuti pendidikan yang baik kepada masyarakat tentang kesakitan maupun pengobatan . Masyarakat bebas menggunakan obat-obat tertentu tanpa berkonsultasi kepada dokter . Muncul persepsi masyarakat yang keliru, bahwa seolah-olah orang boleh minum obat bebas kapan saja, dan mereka mengira bahwa obat bebas tidak memiliki efek samping .

Sementara itu komitmen Pemerintah terhadap obat tradisional sangat lemah dan bahkan tidak dilaksanakan secara serius . Larangan dokter memberi obat tradisional yang tidak evidence based, telah menyebabkan dokter memakainya secara sembunyi-sembunyi, dan tidak menumbuhkan minat yang baik untuk mengumpulkan bukti-bukti . Dokter merasa lebih aman menggunakan obat kimia karena sudah diakui oleh Pemerintah . Dalam daftar obat resmi/DOEN maupun obat ASKES juga tidak ditemukan obat-obat tradisional, padahal kenyataan masyarakat menggunakan dan mengambil manfaatnya secara turun-temurun .

Keadaan makin diperparah dengan jeleknya pengawasan peredaran obat sehingga terjadilah, peredaran obat palsu, pencampuran obat tradisional dengan obat kimia yang kadang-kadang dengan dosis yang tinggi

IV.    Yang Dapat Dilakukan
a.    terhadap diri sendiri
1.    Mulai membiasakan hidup bebas dari ketergantungan terhadap obat baik kimia maupun tradisional .
2.    Apabila sakit pergunakan obat tradisional yang terjamin kehalalannya
3.    Kampanyekan obat tradisional dan halal
4.    Menghidupkan kembali tanaman obat

b.    terhadap masyarakat luas
1.    Gerakan Obat Halal
2.    Gerakan kembali menanam tanaman obat
3.    Pendidikan kesehatan sesuai sunnah Rasul SAW
4.    Mengajak masyarakat untuk terlepas dari pengobatan yang tidak perlu.

c.    terhadap pemerintah
1.    Menghimbau Pemerintah agar peduli terhadap obat halal
2.    Menghimbau Pemerintah untuk meniadakan obat bebas
3.    Menghimbau Pemerintah untuk memperketat pengawasan penggunaan obat

d.    terhadap para petugas kesehatan
1.    Para dokter membatasi penggunaan obat
2.    Para apoteker mengoreksi penggunaan obat yang berlebihan
3.    Organisasi profesi agar meningkatkan gerakan obat halal
4.    Dalam pengobatan penyakit agar lebih memperhatikan azas risk-benefit jangka pendek maupun jangka panjang
e.    terhadap pabrik obat

1.    Lakukan desakan kepada Perusahaan obat agar membatasi iklan obat secara proporsional
2.    Mengembangkan obat tradisional asli Indonesia karena tren kedepan adalah kearah penggunaan obat tradisional .

V.    Mengenali Pengobatan Islami yang Rasional dan Halal
Pemikiran baru dalam pengobatan penyakit dan pemeliharaan kesehatan adalah dengan bersikap lebih rasional lagi :

a.    Memanfaatkan Kemampuan Alami

•    manusia diciptakan dengan kelengkapan pertahanan diri, hidup bisa lebih sehat dan sejahtera jika bisa mengoptimalkan kemampuan pertahanan diri , HIDUP TANPA OBAT ATAUPUN INTERVENSI
•    manusia memiliki kemampuan dari dalam diri sendiri untuk meningkatkan kesehatan dan penyembuhan penyakit .
•    membangkitkan kekuatan pikiran/sugesti
•    Penyembuhan dengan memanfaatkan kekuatan spiritualitas lewat do’a .

b.    Intervensi Tindakan Dari Luar

•    Bertujuan mempercepat perbaikan kerusakan tubuh dengan mengembalikan keseimbangan  AKUPUNKTUR, REFLEKSI, KIROPRAKSI
•    membebaskan diri dari toksin dan kelebihan zat-zat tertentu yang membahayakan kesehatan : BEKAM
•    perbaikan gizi

c.    Obat Tradisional/alami dan Islami

1.    Halal, perhatikan bahannya, pembuatannya, dan tujuan penggunaannya
2.    Thoyyib, aman dimanfaatkan jangka pendek maupun jangka panjang
3.    Teruji, telah dikenal, dipakai dan diakui oleh para ahli pengobatan
4.    Penggunaannya dalam pengawasan ahli pengobatan,(dokter atau thabib yg mahir)

d.    obat kimia

1.    tidak dipakai kecuali terpaksa, yaitu dalam keadaan mendesak
2.    terbatas, tidak dijadikan kebiasaan
3.    perhatikan kehalalannya, sementara belum ada kejelasan tentang kehalalan obat-obat yang beredar, maka setiap mendapat obat kimia tanyakan kepada dokter kehalalannya dan keperluan penggunaannya .
4.    dibawah pengawasan dokter, tidak ada obat kimia yang bebas, jangan minum obat kimia kecuali dibawah pengawasan dokter .

e.   migrasi dari obat kimia ke obat tradisional
Jika kita sudah merasa mantap untuk menggunakan obat tradisional halal maka kita lakukan migrasi dari cara lama ke cara baru secara bertahap :

1.    Migrasi ini harus dibawah pengawasan dokter/thabib mahir
2.    Dilakukan perlahan-lahan/obat kimia jangan dihentikan mendadak
3.    Pada awalnya diminum bersama dengan dosis lebih rendah dari yang biasanya
4.    Jangan mencampur obat kimia dengan obat tradisional, berikan jarak minum 2 jam, antara satu dengan lainnya
5.    Harap diketahui obat tradisional tdk bebas efek samping, tanyakan kepada pemberi obat tentang efek samping yang mungkin terjadi
6.    Obat tradisional mempunyai dosis, jadi jangan diminum dengan dosis sembarangan
7.    Para pemberi obat jangan menetapkan dosis secara sembarangan, penetapan dosis hrs berdasarkan referensi
8.    Semua pengobat tradisional hrs terus belajar dan mengikuti perkembangan, krn penelitian obat tradisional terus berjalan dan makin cepat
9.    Memberikan obat tradisional jangan hanya berdasarkan brosur perusahaan obat, pelajari isinya, lihatlah referensinya
10.    Jangan membeli/menggunakan obat tradisional yang isinya tidak dijelaskan
11.    jangan memberi obat kepada pasien hanya krn ingin berjualan terutama MLM
VI.    Penutup
Segala Puji hanya kepada Allah SWT, Dia yang maha Penyembuh dan hanya Dialah sang Penyembuh, mari kita berlindung kepadanya dari segala pemikiran yang keliru, sholawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabat yang mulia, dan semua pengikutnya yang senantiasa menegakkan sunnah-sunnahnya sampai akhir zaman .
Pada akhir pembicaraan ini hendaklah kita bersama-sama mohon pertolongan kepada Allah dari segala urusan dunia yang penuh tipu daya . Semoga bermanfaat .wallahu a’alamu bish showab wassalamu ‘alaikum wr.wb.

Semoga artikel yang berjudul Obat Halal dan Thoyib yang di tulis oleh dr. Muhammad Ali Toha aseggaf ini bermanfaat . Amien semoga bisa berguna .Amien

Obat halal dan Thoyib

OBAT HALAL DAN THOYYIB

I.    Pendahuluan

Pernahkah kita  mendengar orang bicara tentang obat halal dan Thoyib . Jika kita bicara tentang obat maka kita pasti akan ingat sakit, dan sebaliknya jika kita bicara sakit maka kita akan ingat obat . Demikianlah hebatnya kampanye obat oleh perusahaan-perusahaan farmasi, yang ini terjadi di seluruh dunia . Perusahaan farmasi menjadi sangat besar hebat dan bahkan sangat menentukan pergerakan harga saham . Ini semua tidak lain karena mereka berhasil merubah imej masyarakat terhadap obat . Tiba-tiba obat menjadi berkuasa sampai dituhankan, astaghfirullahal ’adhim, Mari perhatikan filosofi Islam tentang sakit . Sakit dalam Islam adalah ujian dari Allah terhadap hambaNya yang dicintaiNya . Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda :

” Sesungguhnya Allah SWT tidak menguji hambaNya kecuali untuk dua hal, yaitu agar dengan ujian itu berguguran dosa-dosanya, atau agar dengan ujian itu dinaikkan derajat ketaqwaannya”.

Hadits ini sangat populer tapi belum banyak disadari dan diamalkan . Jika seorang mukmin mengimani hadits ini maka sakit tak akan membuatnya panik . Dari hadits diatas kita memahami bahwa sakit adalah ujian dan hikmah besar akan didapat sikapi dengan sabar, usaha dan tawakkal .

Lalu jika sakit itu adalah ujian dari Allah, maka tentu akan berhenti sendiri jika si mukmin telah dinyatakan lulus, benarkah? Tidak, Rasul SAW menyarankan :” dan jika engkau sakit, berobatlah”, ini artinya bahwa berobat termasuk amal kebajikan yang dianjurkan oleh Rasul SAW . Berobat juga merupakan amalan yang menunjukkan kesungguhan kita untuk sehat, karena kita yakin bahwa tanpa kesehatan kita tidak akan bisa beramal dan beribadah dengan baik . Akan tetapi Rasulullah SAW mengingatkan kepada kita :” Allah tidak menjadikan barang haram sebagai obat bagi ummatku” .

Subhanallah, sungguh luar biasa ungkapan Rasul SAW, bahwa mengingat sakit adalah ujian bagi ummat Muhammad, dan sesuai anjuran Beliau, kita disuruh berobat, maka Allah tidak akan menyembuhkan penyakit orang mukmin melalui barang yang haram, dan ini sekaligus merupakan petunjuk bahwa Allah menjaga orang mukmin dari menggunakan barang haram, meskipun untuk obat .Jadi penting sekali mengunakan obat halal dan Thoyib.

Jika demikian maka konsep berobat bagi ummat Muhammad SAW adalah mengutamakan menjaga kesehatan, mencegah kesakitan, tetap istiqomah dalam keadaan sakit maupun sehat, bersikap sabar, dan berusaha menjalaninya dengan tetap berhati-hati menjaga nilai-nilai keimanan .

II.    Kepentingan Obat Halal
Kepentingan terhadap obat halal adalah sudah mendesak, karena kita sebagai negara muslim terbesar didunia dengan jumlah penduduk muslim lebih dari 160 juta (sensus penduduk: 2004), dengan potensi alam yang kaya, maka rasanya sudah hampir tidak ada lagi istilah keadaan darurat dalam menggunakan obat haram . Seberapa parah keadaannya ?

i.    perusahaan obat sama sekali tidak peduli terhadap kehalalan obat . mereka menganggap yang tidak mengandung babi pasti halal .
ii.    dokter atau petugas kesehatan tidak pernah menanyakan kehalalan obat, karena mereka beranggapan penggunaan obat tidak perlu mempertanyakan kehalalannya .
iii.    masyarakat tidak peduli terhadap obat halal karena mereka merasa ingin segera lepas dari penderitaannya, dan persoalan kehalalan obat tidak dianggap sebagai masalah penting
iv.    Pemerintah tidak menaruh perhatian cukup terhadap obat halal karena mereka baru pada tahap berusaha memenuhi ketersediaan obat
v.    Iklan obat dilakukan dengan promosi yang berlebih-lebihan, tidak mendidik, meracuni dan bahkan terkesan menipu .
Pertanyaan selanjutnya adalah kenapa kehalalan obat dipersoalkan sementara masih banyak makanan yang tidak halal dapat masuk ke masyarakat dan dikonsumsi oleh kaum muslimin ?
Jawabannya adalah tidak sulit . Kita dapat dengan mudah menghindari makanan yang syubhat, tapi cobalah perhatikan hal-hal dibawah ini :

a.    Seorang pasien tidak akan mampu berpikir terlalu lama untuk menerima obat yang diberikan oleh dokter, sehingga obat apapun yang diresepkan akan dibeli ke apotik untuk segera diminum demi mengurangi penderitaannya .
b.    Seorang dokter tidak akan menawarkan alternatif obat yang diberikan, biasanya dokter langsung memberikan obatnya tanpa meminta pertimbangan dari aspek lain kecuali aspek harganya .
c.    Pada keadaan pasien tidak sadar dan dirawat diruang rawat intensif (ICU/ICCU) dengan kondisinya yang lemah/tak berdaya sehingga apapun yang diberikan secara otomatis akan masuk kedalam tubuhnya .
d.    Tidak adanya kesadaran tentang kehalalan obat membuat ribuan pasien Muslim yang dirawat dirumah sakit-rumah sakit keagamaan non Islam maupun dirumah sakit umum diperlakukan sama dengan pemeluk agama lain dalam pemberian obat .
e.    Banyaknya obat-obat bebas membuat orang minum obat sesuka hati dan tentu saja kehalalan obat tidak menjadi pertimbangan .
f.    Banyak praktek pengobatan alternatif yang dikatakan terbuat dari bahan alami sering kali disalah artikan seolah-olah semua bahan alami itu halal, padahal banyak produk hewani yang tidak halal namun dipakai sebagai obat tradisional .

Bahkan metode pengobatan tidak menjadi pertimbangan apakah metode yang dipakai sesuai dengan nilai-nilai keIslaman atau tidak, masyarakat berani mengambil langkah meskipun dengan risiko syirik, hal ini karena kurangnya pemahaman tentang hal-hal tersebut diatas .
Oleh karena itu kampanye obat halal lebih mendesak dibandingkan kampanye makanan halal .

III.    Permasalahan Yang Dihadapi
a.    Pemahaman masyarakat yang salah kaprah
1.    semua penyakit penyelesaiannya hanya dengan minum obat, pemahaman ini menyebabkan orang datang ke dokter untuk mendapatkan obat .
2.    obat paten lebih baik dari obat generik
3.    semua obat tidak perlu diketahui kehalalannya karena penggunaannya adalah dalam keadaan darurat .
4.    anggapan bahwa obat adalah yang dijual di apotik, menyebabkan pengertian yang salah tentang bagaimana menyembuhkan kesakitan, dan menyepelekan obat-obat alami .
5.    bahwa pengobatan alternatif beserta obat-obat tradisional hanya perlu dimanfaatkan bila pengobatan konvensional telah dinyatakan gagal oleh dokter .

Semoga artikel yang berjudul Obat halal dan Thoyib yang di tulis dr. Muhammad Ali Toha Aseggaf bermanfaat.Karena artikel ini cukup panjang akan kami terbitkan dalam dua postingan…

Bersambung ……