KIAT- KIAT MERAWAT CINTA KASIH

Sambungan dari artikel sebelumnya

KIAT – KIAT MERAWAT CINTA KASIH

MENJADI PARTNER YANG BAIK BAGI SUAMI
Tugas suami :
Allah SWT berfirman dalam Qur’an surah An-Nisa’, 4:1,

Artinya :”Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya  Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan  laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan takutlah kamu kepada Allah yang dengan  nama-Nya kamu saling meminta dan mempertautkan silaturrahim. Sesungguhnya Allah menjaga dan mengawasi kamu”.

Inilah ayat pertama surah An-Nisa’, diletakkan dalam ayat pertama menunjukkan pentingnya masalah ini, yaitu mengingatkan manusia untuk menjaga hubungan dengan isteri/suaminya karena hubungan ini dihalalkan dengan kesaksian Allah . Keadaan ini menjadikan prinsip hubungan antara suami-isteri adalah hubungan sakral, bukan hubungan transaksional dan bukan juga sekedar hubungan untuk memenuhi kebutuhan instingtif belaka . Itulah yang menyebabkan perkawinan dalam Islam dipandang sebagai ibadah, dan upaya membahagiakan suami/isteri dalam bentuk apapun adalah sodaqoh .

Rasulullah SAW juga mengingatkan kita bahwa menikah adalah separuh dari taqwa, karena dengan menikah orang akan menjaga banyak aspek dari agamanya . Lalu berarti bahwa ada hak dan ada kewajiban bagi keduanya . Suami memiliki kewajiban dan isteri memiliki kewajiban pula agar dalam mengisi hari-hari perkawinannya keduanya memetik buah mawaddah wa rahmah, sehingga perkawinan adalah pintu masuk menuju kebahagiaan yang lebih besar lebih indah dan lebih menetramkan .

lanjutkan Artikel Kiat-kiat Merawat cinta kasih

A.   Kewajiban Suami didalam rumah
Suami janganlah menuntut kepada isterinya sebelum memenuhi kewajibannya :
–    Menjadi pemimpin bagi keluarganya, sebagaimana dijelaskan dalam  Qur’an Surah An-Nisa, 4:34
Artinya :”Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka…….”.
–    Menjadi pelindung bagi seluruh anggota keluarga
Artinya :” Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu……” (Q.S.At-Tahriim, 66:6).
Menjadi pelindung bukan tugas yang mudah, penuh tantangan dan godaan baik dari dalam keluarga maupun dari luar .
–    Menjadi teman bagi anak-isteri dirumah . Fenomena kemerosotan moral dalam keluarga banyak disebabkan oleh sikap suami yang tidak bisa menjalankan peran sebagai teman bagi anak dan isterinya . Berbagai analisa dan penelitian psikologik menunjukkan hal itu .
–    Menjadi kekasih bagi isteri
Artinya :”Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah Dia menciptakan untukmu  isteri-isteri dari jenismu (manusia), supaya kamu cenderung dan merasa  tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang.  Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berfikir” (Q.S. Ar-Ruum, 30:21).
Untuk mempertahankan kemuliaan spesies manusia, Allah memilihkan pasangan mereka dari jenis manusia juga. andaikan tidak demikian mungkin manusia akan menyalurkan keinginan berketurunannya kepada hewan, lalu Allah menanamkan dalam hati kita rasa kasih dan sayang yang dengannya kita memiliki nafsu berhubungan badan dan memiliki hasrat untuk membahagiakan pasangan hidup kita . Begitu indah dan mengharukannya ayat ini sehingga tidak seorang mukminpun yang membacanya akan merasakan getaran cinta kepada keluarganya .
–    Memenuhi kebutuhan nafkah keluarganya sekuat tenaga yang dapat dia lakukan, sebagaimana disebutkan dalam Qur’an Surah An-Nisa’ ayat 34 diatas. Wanita tidak diwajibkan mencari nafkah, dia diwajibkan membantu suaminya dalam mendidik anak-anaknya lalu menyiapkan segala kebutuhan keluarga yang tidak mampu dilakukan suaminya . Wanita boleh bekerja namun harus memilih jenis pekerjaan yang menjaga martabat dirinya dan suaminya . Sebagian ulama’ berpendapat bahwa pekerjaan domestik (urusan rumah tangga) bukan kewajiban isteri sepenuhnya . Jika pekerjaan domestik dirasakan berat oleh isteri, suami harus ikut membantu dan jika suami tidak punya waktu maka kewajiban bagi suami untuk mencarikan pembantu bagi isterinya . Jadi kewajiban menafkahi keluarga bukan hanya makan-minum melainkan seluruh aspek kebutuhan hidup bagi keluarga/anak-isteri .
B.    Diluar rumah
–    Mewakili kepentingan keluarga diluar rumah
–    Menjaga kehormatan keluarga dengan menjaga kebutuhannya secara layak dan menjaga nama baiknya dihadapan masyarakat luas .
–    Memperjuangkan kepentingan agama
Artinya:”Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui”.
(Q.S.At-Taubah, 9:41)
Perang suci (jihad fi sabilillah) adalah lebih merupakan kewajiban suami daripada isteri, karena setiap seruan jihad selalu mengacu kepada kewajiban bagi laki-laki . Pada zaman ini konteks jihad menjadi sangat luas, bukan lagi sekedar perang dengan pedang/senjata nyata, namun juga peperangan ideologi/ghoswul fikr melalui tulisan dan seruan dan perjuangan menegakkan keadilan dan kebenaran dalam arti yang luas sesuai posisi kita . Oleh karena itu untuk menjaga tetap tegaknya kebenaran kita semua wajib berjihad melawan kehendak buruk dari orang-orang bermental buruk yang merongrong Islam dan kaum Muslimin baik secara nyata maupun terselubung . Kita harus cerdas dalam menyikapi ini . Tidak perlu takut melakukannya namun juga jangan salah dalam mengejawantahkannya .
–    mmm

Dengan tantangan yang berat dan suasana yang keras itulah seorang suami dituntut untuk bersikap tegas,berani,dan kadang-kadang tampak seperti kasar, sesuai kodratnya suami mempunyai watak lebih keras dari pada isteri . Dalam perjuangan ini tidak mungkin seorang suami mampu melakukannya tanpa dukungan isteri .

Semoga Artikel Kiat – kiat merawat cinta kasih dapat bermanfaat.

Masih bersambung
About these ads

20 thoughts on “KIAT- KIAT MERAWAT CINTA KASIH

  1. Iya betul sekali.
    Pasangan kita adalah teman hidup sampai hari tua. denganyalah kita akan jalani hidup ini. bahagia tidaknya tergantung dari sikap kita :D

  2. dalam islam semua mendapat hak dan kewajiban sesuai dengan kodrat dan porsinya masing2 yaaa… mesti sambungannya ttg istri kan??? hehehe

  3. Saya juga memposting artikel Sudahkah Anda Menunaikan Hak-Hak Istri? Isinya hampir sama dengan artikel bapak. Banyak suami sekarang ini hanya maunya di layani kemauannya tanpa melihat kondisi fisik dan mental istri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s